[ 2025-11-03 ]
Pasca Wisuda Bumil, Pemkot Dorong Peran Ibu Sebagai Penyebar Edukasi Kehamilan Sehat
Kota Pekalongan — Usai pelaksanaan wisuda Ibu Hamil (Bumil) Tahun 2025 yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, belum lama ini, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan mengajak para wisudawati ibu hamil agar tidak berhenti setelah mengikuti kegiatan, tetapi turut menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan menularkan pengetahuan dan semangat kehamilan sehat kepada lingkungan sekitar.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti dalam kegiatan wisuda tersebut, belum lama ini di aula TP PKK Kota Pekalongan, ia mengatakan bahwa para ibu hamil yang telah mengikuti kelas dan diwisuda tidak hanya memperoleh ilmu kesehatan, tetapi juga memegang peran strategis sebagai penyampai informasi bagi ibu-ibu lainnya.
Menurutnya, tidak semua ibu hamil memiliki kesempatan untuk mengikuti kelas pembinaan secara rutin karena kesibukan atau keterbatasan waktu, sehingga para wisudawan diharapkan dapat membantu menjembatani informasi tersebut.
“Pesan kami, para ibu hamil yang sudah mengikuti kelas bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya. Sampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada teman, tetangga, atau kerabat yang juga sedang hamil. Ajak mereka membudayakan kehamilan sehat,” katanya.
Ia menuturkan, informasi yang dibagikan tidak perlu rumit. Cukup berbagi hal-hal dasar yang bermanfaat, seperti pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur, mengenali tanda bahaya, menjaga asupan gizi, dan memanfaatkan Buku KIA sebagai panduan utama.
“Tidak semua ibu bisa hadir di kelas karena berbagai alasan, jadi peran para wisudawati ini sangat penting. Dengan berbagi ilmu yang sudah diperoleh, para ibu ikut membantu menyelamatkan ibu dan bayi lain di sekitar mereka,” tuturnya.
Dalam himbauannya, ia mengingatkan kembali pentingnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan utama dalam mengawal kesehatan ibu hamil hingga tumbuh kembang anak. Buku KIA tidak hanya berisi catatan medis, tetapi juga panduan praktis mengenai pemeriksaan kehamilan, nutrisi, imunisasi, dan tumbuh kembang anak.
Dengan memahami isi Buku KIA dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, setiap keluarga akan lebih siap menghadapi masa kehamilan dan kelahiran.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)