Details Foto


Cek Perluasan TPS-3R Banyurip dan Pringrejo, DLH Pastikan Sesuai Spek dan Siap Beroperasi

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-11-03 ]

Cek Perluasan TPS-3R Banyurip dan Pringrejo, DLH Pastikan Sesuai Spek dan Siap Beroperasi


Kota Pekalongan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan terus mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R).

Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, meninjau langsung progres pembangunan perluasan TPS-3R Banyu Larva yang berlokasi di Kelurahan Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan, pada Kamis (30/10/2025).

Dalam kunjungannya, Joko memastikan bahwa proyek rehabilitasi dan perluasan kedua hanggar TPS-3R tersebut telah selesai 100 persen sesuai dengan laporan dari pihak pelaksana.

“Ya, kita kemarin mendapat surat bahwa pekerjaan telah selesai 100%. Maka kewajiban kita untuk mengecek apakah benar-benar sudah sesuai gambar dan spesifikasi. Sehingga nanti setelah sesuai, akan kita terbitkan surat pembayaran untuk penyedia jasanya,” ujarnya.

Pembangunan TPS-3R Banyurip dimulai sejak 25 Agustus 2025 dengan menggunakan dana APBD Kota Pekalongan senilai Rp388.780.000,00. Proyek ini dilaksanakan oleh CV Alv Prima Education dengan paket pekerjaan rehab dan perluasan hanggar TPS-3R Banyurip. Joko menjelaskan bahwa fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, seperti mesin pilah, konveyor, dan mesin press.

“Dengan adanya mesin-mesin ini, terutama mesin press, hasil pilahan sampah anorganik bisa dijual dengan jumlah volume yang lebih besar dibandingkan yang tidak di-press. Saat ini pengelolaan masih dilakukan secara manual, tapi nanti akan kita tambah dengan mesin pilah dan konveyor agar lebih efisien,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joko menyebut bahwa, TPS-3R Banyurip berfungsi untuk menangani sampah yang berasal dari wilayah Banyurip dan sekitarnya. Tak hanya mengelola sampah anorganik, di lokasi ini juga dilakukan pemeliharaan magot untuk mengolah sampah organik yang berasal dari restoran hingga rumah sakit.

“Bahkan, rumah sakit HA Zaky Djunaid pun sudah berpartisipasi dengan menyerahkan sampah organiknya ke sini untuk pakan magot,” ujarnya.

Dari sisi kapasitas, TPS-3R Banyurip direncanakan mampu mengolah hingga 5 ton sampah per hari jika beroperasi penuh selama satu tahun. Sementara itu, untuk mendukung operasional, TPS-3R ini juga memberdayakan masyarakat sekitar melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Untuk pengangkutan dan pengelolaan, masyarakat membayar langsung ke KSM. Dari dana itu, KSM menggaji para pekerja di sini. Ada sembilan pekerja yang tidak dibiayai oleh APBD, tapi dari hasil pengelolaan sendiri. Ini contoh yang baik karena TPS-3R bisa memberikan manfaat ganda yakni mengurangi sampah sekaligus membuka lapangan kerja baru,” terang Joko.

Menurutnya, pola kemandirian seperti yang diterapkan di Banyurip ini akan dijadikan model pengelolaan TPS-3R lain di Kota Pekalongan. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sistem ini juga mendukung visi Pemkot Pekalongan menuju kota yang bersih, berkelanjutan, dan bebas sampah. Hingga akhir tahun 2025, DLH menargetkan total lima TPS-3R rampung.

“Yang sudah 100% selesai itu di Banyurip dan Pringrejo, sementara yang lainnya seperti Krapyak masih proses. Sedangkan di Klego, Bakgi, Buaran Kradenan, dan Kalibaros masih tahap pengerjaan,” papar Joko.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DLH juga melakukan peninjauan ke TPS-3R Pringrejo, yang telah memiliki fasilitas serupa.

"Di Pringrejo sudah ada TPS-3R lama yang dulu dibantu Kementerian PU, dan sekarang kita kembangkan lagi agar lebih lengkap dengan mesin pilah seperti di Banyurip,” tuturnya.

Joko berharap, dengan selesainya pembangunan TPS-3R Banyu Larva dan beberapa titik lainnya, pengelolaan sampah di Kota Pekalongan akan semakin efektif dan berdaya guna, sekaligus mendukung program pengurangan sampah

"Semoga segala upaya yang kami lakukan ini bisa berjalan lancar dan mudah untuk mengurangi volume sampah di TPA Degayu. Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama memilah sampah dari rumah,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)