Details Foto


Desa Cantik dan Podes 2025 Jadi Langkah Strategis BPS Kota Pekalongan Wujudkan Satu Data Pembangunan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-29 ]

Desa Cantik dan Podes 2025 Jadi Langkah Strategis BPS Kota Pekalongan Wujudkan Satu Data Pembangunan

Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan terus berupaya mewujudkan satu data pembangunan daerah melalui program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dan Pendataan Potensi Desa (Podes). Sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan dua kegiatan penting tersebut, BPS menggelar Evaluasi Kegiatan Pemutakhiran Data Perkembangan Desa (Podes) dan Desa Cantik Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Lantai 1 Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pekalongan, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh para lurah, kepala seksi pemerintahan dari kelurahan dan pihak kecamatan, serta perwakilan dari Dinas Kominfo, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), dan Bapperida Kota Pekalongan. Evaluasi ini menjadi ajang penting untuk menampung masukan, tanggapan, dan pengalaman para pelaku lapangan yang terlibat langsung dalam kegiatan statistik pendataan di tingkat kelurahan.

Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, menjelaskan bahwa, kegiatan evaluasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan feedback atau umpan balik dari para responden lapangan, khususnya dari pihak kelurahan, terkait hasil pendataan yang telah dilakukan selama tahun berjalan.

"Kami melakukan evaluasi terhadap kegiatan Pendataan Potensi Desa dan juga program Kelurahan Cantik. Harapannya, dari kegiatan ini kami mendapatkan feedback dari kelurahan sebagai responden, terkait data-data yang kami hasilkan,” ujar Hayu.

Menurutnya, Desa atau Kelurahan Cantik merupakan program pembinaan statistik sektoral di tingkat kelurahan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran, dan peran aktif pemerintah kelurahan dalam pengelolaan data statistik. Kota Pekalongan sendiri sejak 2021 telah secara konsisten menambah satu Kelurahan Cantik setiap tahunnya.

“Setiap tahun kami menetapkan satu Kelurahan Cantik. Jadi, sampai tahun ini sudah ada lima kelurahan yang tergabung dalam program Desa Cantik, yaitu Kelurahan Gamer, Degayu, Kuripan Yosorejo, Panjang Wetan, dan Bendan Kergon,” terangnya.

Lebih lanjut, Hayu memaparkan bahwa, Pendataan Potensi Desa (Podes) menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan dan evaluasi pembangunan. Data Podes mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga potensi bencana.

"Potensi Desa itu mencakup semua potensi yang ada, baik infrastruktur jalan, data tentang kesehatan dan pendidikan, maupun potensi bencana seperti rob. Melalui data ini kita bisa menganalisis daerah-daerah mana yang masih membutuhkan perbaikan atau intervensi pembangunan,” jelasnya.

Dari hasil evaluasi, lanjut Hayu, banyak masukan yang diterima dari para lurah mengenai pemanfaatan data Podes sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat kelurahan. Misalnya, data terkait infrastruktur dapat digunakan untuk memetakan kebutuhan perbaikan jalan, fasilitas pendidikan, maupun layanan kesehatan.

“Data ini bisa digunakan oleh kelurahan untuk memetakan potensi dan kebutuhan wilayahnya. Misalnya, jika ada infrastruktur yang perlu diperbaiki, itu akan terlihat dari data Podes. Dengan begitu, perencanaan pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan berbasis data,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara instansi pemerintah dan perangkat kelurahan dalam memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Hayu menilai, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia, khususnya di tingkat daerah.

“Kami berharap data Potensi Desa yang sudah dirilis tahun 2024 dan yang akan dirilis tahun 2025 bisa dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh stakeholder, baik lurah, kecamatan, maupun OPD terkait untuk melihat potensi dan perencanaan pembangunan di setiap kelurahan,” tutur Hayu.

Dengan berjalannya program Desa Cantik dan Podes 2025, dirinya optimistis bahwa data yang dihasilkan tidak hanya sekadar angka, tetapi juga akan menjadi dasar kuat bagi perencanaan pembangunan yang inklusif, akurat, dan berkelanjutan.

"Melalui penguatan kapasitas statistik di tingkat kelurahan, diharapkan seluruh pihak dapat bersama-sama mewujudkan Satu Data Pembangunan Kota Pekalongan yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)