Details Foto


Pemkot Pekalongan Tegaskan Komitmen Turunkan AKI/AKB Lewat Wisuda Ibu Hamil dan Penguatan Buku KIA

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-28 ]

Pemkot Pekalongan Tegaskan Komitmen Turunkan AKI/AKB Lewat Wisuda Ibu Hamil dan Penguatan Buku KIA

Kota Pekalongan — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Penguatan Buku KIA dan Wisuda Ibu Hamil Tahun 2025, Selasa (28/10/2025), di aula Kantor TP PKK Kota Pekalongan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan HKN, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) serta mencegah stunting di Kota Pekalongan.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta stunting menjadi salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekalongan.

"Pemeriksaan kehamilan yang berkualitas dan teratur sangat menentukan status kesehatan ibu hamil. Jika sebelumnya pemeriksaan minimal dilakukan empat kali, kini ditingkatkan menjadi enam kali, dengan dua di antaranya berupa pemeriksaan USG oleh dokter  pada trimester pertama dan ketiga. Selain itu juga dilakukan skrining kesehatan jiwa untuk memastikan kesiapan ibu secara fisik dan mental,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan keprihatinan atas 5 kasus kematian ibu hamil dan 65 kasus kematian balita yang terjadi sepanjang tahun 2024 di Kota Pekalongan.

“Angka ini tentu menjadi perhatian serius kita semua. Setiap nyawa ibu dan balita adalah kehilangan besar. Penyebab utama masih seputar kurangnya pengetahuan, keterlambatan dalam mengambil keputusan, dan belum optimalnya deteksi dini risiko kehamilan maupun komplikasi. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak memperkuat upaya promotif dan preventif,” tegasnya.

Inggit mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan penting dalam mencatat perkembangan kesehatan ibu hamil hingga bayi. Buku KIA kini tidak hanya menjadi catatan medis, tetapi juga sarana edukasi keluarga dalam memahami tanda bahaya kehamilan dan tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti menjelaskan bahwa kegiatan HKN kali ini dikemas secara menarik melalui seminar kesehatan yang diawali dengan prosesi Wisuda Ibu Hamil 2025.

“Tahun ini kami mewisuda 27 ibu hamil yang merupakan perwakilan dari 27 kelurahan di Kota Pekalongan. Mereka merupakan peserta aktif dari 55 kelas ibu hamil yang dibina oleh puskesmas di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Selain para ibu hamil, kegiatan ini juga menghadirkan para suami sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap kehamilan sehat.

“Meskipun baru 14 suami yang bisa hadir, ke depan kami harapkan keterlibatan para suami semakin meningkat. Peran suami sangat penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil, mulai dari pengambilan keputusan hingga mendampingi proses persalinan,” sambungnya.

Ia mengungkapkan bahwa dalam prosesi wisuda, para ibu hamil juga membacakan ikrarsebagai komitmen untuk menyelesaikan kelas ibu hamil hingga menjelang persalinan serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Puji menambahkan bahwa kelas ibu hamil sendiri membekali peserta dengan berbagai materi penting, antara lain perawatan masa nifas, perencanaan kehamilan berikutnya, perawatan bayi dan balita, hingga pentingnya imunisasi dasar lengkap.

"Kami berharap para ibu hamil yang telah diwisuda dapat menjadi contoh dan penular ilmu bagi ibu hamil lainnya di lingkungannya. Syarat untuk menjadi wisudawan adalah aktif hadir di kelas, aktif bertanya, mendapat dukungan keluarga, serta berkomitmen untuk mengamalkan pengetahuan yang diperoleh,” terangnya.

Melalui momentum ini, Dinas Kesehatan dan TP PKK juga menegaskan pentingnya penguatan Buku KIA sebagai wadah pemantauan dan komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga. Buku tersebut mencatat seluruh informasi penting mulai dari pemeriksaan kehamilan, hasil USG, status gizi, imunisasi, hingga tumbuh kembang anak.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)