[ 2025-10-28 ]
Peserta Pelatihan Make-Up Artis BLK Kota Pekalongan Dilatih Hadapi Berbagai Tantangan Dunia Rias dan Klien Beragam
Kota Pekalongan – Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan terus berupaya meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang keterampilan kerja. Melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahap II tahun 2025, salah satu pelatihan yang digelar adalah Make-Up Artis (MUA), yang kini menjadi bidang usaha yang banyak diminati kaum muda.
Instruktur Tata Kecantikan BLK Kota Pekalongan, Kiki Sinartiasa, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini tidak hanya berfokus pada teknik make-up, tetapi juga menanamkan kemampuan menghadapi berbagai tantangan di dunia kecantikan yang nyata.
"Peserta tidak hanya belajar merias wajah, tetapi juga dibekali kemampuan menata rambut (hairdo) baik gaya Jawa maupun modern. Kami ingin mereka siap menghadapi berbagai kondisi dan karakter klien,” jelasnya.
Salah satu bentuk tantangan yang diberikan kepada peserta adalah penggunaan model uji dengan usia di atas 35 tahun. Hal ini menjadi bagian dari standar uji kompetensi MUA yang harus dikuasai peserta.
“Biasanya modelnya anak muda dan kulitnya masih mulus. Tapi untuk ujian MUA, peserta wajib menggunakan model berusia 35 tahun ke atas, bahkan dengan kondisi kulit seperti keriput, flek, atau jerawat,” ungkapnya.
Jenis riasan ini disebut make-up geriatrik atau chikatri, yang bertujuan melatih ketelitian dan kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai kondisi kulit.
"Dengan latihan seperti ini, peserta akan lebih siap bersaing di dunia kerja. Karena di lapangan, klien tidak selalu muda dan berkulit sempurna. Justru di situ kemampuan profesional diuji,” tambah Kiki.
Melalui pelatihan ini, pihaknya berharap peserta dapat menjadi generasi muda yang terampil dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja maupun wirausaha. Bidang kecantikan dinilai memiliki prospek besar, baik untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja secara profesional.
Sementara itu, peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Tasya (23), peserta asal Kecamatan Pekalongan Barat, mengaku awalnya sempat merasa kesulitan, namun pelatihan yang diberikan sangat membantu dalam mengasah keterampilan dan rasa percaya diri.
“Saya suka dengan dunia make-up. Di sini diajarkan dari dasar dan terus dilatih sampai terbiasa. Tantangannya justru membuat saya lebih ingin belajar lagi,” ujarnya.
Peserta lain, Kiki (24), juga merasakan manfaat serupa. Sebelumnya ia sudah sering merias teman dan keluarga, namun merasa kemampuannya masih terbatas.
“Selama ini saya hanya bisa make-up sederhana. Di pelatihan ini saya belajar lebih banyak teknik baru, termasuk hairdo. Ini kesempatan bagus untuk memperdalam kemampuan,” katanya.
Dengan pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan ketelitian, para peserta pelatihan Make-Up Artis BLK Kota Pekalongan diharapkan mampu melangkah lebih percaya diri di dunia kecantikan yang penuh tantangan, sekaligus membuka peluang kerja baru di masa depan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)