[ 2025-10-27 ]
Operasi Terpadu Pastikan Tak Ada Pelanggaran HET Beras di Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok, Polres Pekalongan Kota bersama instansi terkait melaksanakan operasi terpadu pengawasan beras di wilayah Kota Pekalongan, Jumat (24/10/2025). Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.
AKP Setiyanto menyebut, kegiatan pengawasan tersebut melibatkan unsur lintas sektor, antara lain Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Satgas Pangan Polda Jawa Tengah, Satgas Pangan Polres Pekalongan Kota, serta sejumlah instansi pemerintah daerah.
Tim melakukan pemeriksaan di beberapa titik strategis rantai pasok beras di Kota Pekalongan, yakni Rice Mill milik H. Amat Tohari di Jalan Tritura, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, untuk memantau proses penggilingan dan stok gabah; Pasar Grogolan di Kecamatan Pekalongan Selatan, guna memantau langsung harga dan ketersediaan beras di pedagang besar dan eceran seperti Pak Arifin, Bu Ella, dan Pak Tikno; serta ritel modern Superindo di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Pekalongan Timur, guna memastikan harga jual dan ketersediaan beras kemasan sesuai ketentuan pemerintah.
"Dari hasil pengecekan, tim menemukan bahwa harga gabah di tingkat penggilingan berkisar Rp7.400 per kilogram, sementara harga beras di pasar tradisional dan ritel modern masih berada di bawah atau sesuai HET yang ditetapkan pemerintah,"ujar AKP Setiyanto.
Ia mengungkapkan, sementara, untuk pasokan beras juga dilaporkan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan untuk beberapa waktu ke depan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga beras tetap terkendali di tengah fluktuasi nasional.
“Kehadiran kami di lapangan bukan sekadar inspeksi; ini wujud komitmen Polri bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak sesuai aturan,” tuturnya.
Lanjutnya, operasi pengawasan terpadu terhadap harga dan ketersediaan beras ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkala hingga akhir tahun.
"Selain menekan potensi pelanggaran HET, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga inflasi pangan di Kota Pekalongan tetap terkendali,"tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menyambut baik pelaksanaan operasi terpadu tersebut. Ia menilai langkah kolaboratif ini penting untuk memastikan kebijakan pengendalian harga dan stok pangan di tingkat daerah berjalan efektif.
“Kami dari Dinperpa terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan pihak kepolisian agar pengawasan distribusi beras berjalan optimal. Berdasarkan hasil pantauan hari ini, kondisi pasokan cukup stabil dan tidak ada pelanggaran HET. Kami juga mengimbau para pedagang agar menjual sesuai ketentuan dan tidak melakukan penimbunan,” tegas Lili.
Diungkapkan Lili, Pemkot Pekalongan melalui Dinperpa secara rutin melakukan monitoring harga pangan strategis di pasar tradisional dan ritel modern, khususnya menjelang masa permintaan tinggi seperti akhir tahun atau menjelang perayaan hari besar. Hasil pemantauan tersebut digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan untuk menekan potensi inflasi daerah.
“Langkah sinergis seperti ini sangat membantu menjaga keseimbangan pasar. Pemerintah akan terus memastikan agar masyarakat memperoleh beras dengan harga wajar, kualitas baik, dan ketersediaan terjamin,” imbuhnya.
Salah satu Pedagang di Pasar Grogolan, Asih mengaku merasa tenang dengan adanya operasi terpadu tersebut.
"Selain memastikan tidak ada spekulasi harga, kegiatan ini juga memberikan kepastian bagi mereka untuk tetap berjualan secara sehat dan sesuai aturan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)