Details Foto


Gandeng HARPI Melati, Warga Binaan Perempuan Rutan Pekalongan Belajar Tata Rias

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-27 ]

Gandeng HARPI Melati, Warga Binaan Perempuan Rutan Pekalongan Belajar Tata Rias

Kota Pekalongan — Rutan Kelas IIA Pekalongan membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai guna. Kali ini, bekerja sama dengan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Ranting Pekalongan Utara, Rutan menyelenggarakan Pelatihan Tata Rias khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) perempuan, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di aula Rutan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan. Sebanyak delapan warga binaan perempuan mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat. Sementara itu, sebelas anggota HARPI Melati turut hadir sebagai pelatih, di antaranya Rizana, Ketua HARPI Melati Ranting Pekalongan Utara, yang memimpin langsung jalannya sesi pelatihan.

Para warga binaan perempuan dibekali materi dasar tata rias wajah yang aplikatif dan mudah dipraktikkan, mulai dari teknik merias wajah untuk kebutuhan sehari-hari hingga tata rias formal untuk acara-acara penting. Para instruktur dari HARPI Melati juga membimbing peserta dalam hal kebersihan alat rias, pemilihan warna sesuai jenis kulit, serta etika pelayanan bagi calon perias.

Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada HARPI Melati atas dukungan dan kontribusinya terhadap program pembinaan di Rutan.

“Kami sangat berterima kasih kepada HARPI Melati yang telah berkenan melatih warga binaan kami. Kegiatan ini tidak hanya menambah keterampilan mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri. Ke depan, pelatihan ini akan kami adakan secara berkelanjutan, dua kali dalam sebulan, agar mereka benar-benar menguasai kemampuan yang bisa menjadi bekal hidup setelah bebas nanti,” ujarnya.

Karutan Nanang menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Rutan Pekalongan untuk menciptakan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya membina dari aspek kepribadian dan moral, tetapi juga dari sisi keterampilan dan ekonomi produktif. Menurutnya, kemampuan tata rias memiliki potensi besar sebagai ladang usaha yang menjanjikan, terutama bagi perempuan yang ingin mandiri setelah menjalani masa pidana.

"Pembinaan keterampilan seperti tata rias diharapkan mampu membuka jalan baru bagi para warga binaan perempuan untuk lebih siap, berdaya, dan mandiri ketika kembali ke masyarakat,"harapnya.

Sementara itu, Ketua HARPI Melati Ranting Pekalongan Utara, Rizana, menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang dapat berkolaborasi dengan Rutan Pekalongan.

"Kami ingin para warga binaan perempuan memiliki keterampilan yang bisa mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Tata rias ini bukan sekadar soal kecantikan, tapi juga peluang usaha. Dengan tekun belajar, mereka bisa membuka jasa rias sendiri, atau bekerja di salon dan event,” ungkapnya.

Ia menilai, selama pelatihan, suasana tampak hangat dan penuh keceriaan. Para warga binaan aktif bertanya dan mencoba mempraktikkan langkah-langkah rias wajah yang diajarkan.

"Alhamdulillah beberapa dari mereka bahkan menunjukkan bakat alami dalam mengaplikasikan riasan, yang mendapat pujian dari para instruktur,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)