Details Foto


Rutan Pekalongan Berbagi, 10 Paket Bansos Disalurkan Door to Door

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-27 ]

Rutan Pekalongan Berbagi, 10 Paket Bansos Disalurkan Door to Door

Kota Pekalongan — Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Rutan Pekalongan Berbagi. Sebanyak 10 paket bantuan sosial (bansos) disalurkan secara door to door kepada keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan masyarakat sekitar, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Kasubsi Pelayanan Tahanan, serta beberapa pegawai Rutan lainnya. Penyaluran dilakukan dengan mendatangi langsung rumah para penerima manfaat di sekitar lingkungan Rutan, sebagai wujud nyata kepedulian dan empati jajaran pemasyarakatan terhadap kondisi sosial masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Karutan Nanang Adi Susanto menyampaikan bahwa, aksi berbagi ini merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas). Program ini menjadi wadah bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus berinovasi dan berperan aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan bansos ini, kami ingin menumbuhkan semangat peduli dan saling membantu di tengah masyarakat. Pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan di dalam Rutan, tetapi juga bagaimana kami bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” tutur Karutan Nanang.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai bagian dari agenda keberlanjutan Rutan Pekalongan dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat.

"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Rutan untuk hadir lebih dekat dan humanis, selaras dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM,"tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi budaya positif di lingkungan Rutan Pekalongan. Ia juga mendorong seluruh jajaran untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan empati dalam setiap aktivitas kerja.

“Kami ingin keberadaan Rutan tidak hanya dikenal sebagai tempat pembinaan WBP, tetapi juga sebagai lembaga yang aktif membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dan turut berkontribusi dalam menjaga solidaritas sosial,” tambahnya.

Penyaluran bantuan yang dilakukan langsung ke rumah warga juga memberikan kesan mendalam bagi para penerima. Beberapa di antaranya menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Rutan Pekalongan. Meski bantuan yang diberikan tidak besar, namun kehadiran langsung petugas pemasyarakatan ini menjadi bentuk kepedulian yang tulus dan penuh bermakna.

“Kami merasa sangat terbantu. Terima kasih kepada Bapak-Bapak dari Rutan yang sudah datang langsung dan peduli dengan kondisi kami,” ungkap Sri, salah satu penerima manfaat.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)