[ 2025-10-27 ]
Rutan Pekalongan Tanam 100 Bibit Tomat Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan WBP
Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berupaya mewujudkan pembinaan produktif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman 100 bibit tomat di lahan pertanian Rutan, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, bersama Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, dan sejumlah warga binaan yang tergabung dalam kelompok pelatihan pertanian. Lahan yang digunakan merupakan area brandgang Rutan yang telah dioptimalkan menjadi lahan produktif guna mendukung program ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arah kebijakan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas).
Karutan Nanang Adi Susanto menjelaskan bahwa, kegiatan penanaman bibit tomat ini bukan sekadar upaya penghijauan, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan yang berkelanjutan bagi warga binaan.
"Seratus bibit tomat ini kami semai untuk menjaga keberlangsungan pertanian Rutan, sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar tetap produktif dan berdaya,” tutur Karutan Nanang.
Menurutnya, hasil pertanian di Rutan Pekalongan selama ini telah menjadi contoh bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan.
"Selain memenuhi kebutuhan dapur Rutan, kegiatan bercocok tanam juga memberikan pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan yang kelak akan kembali ke masyarakat," terangnya.
Disampaikan Karutan Nanang, Rutan Pekalongan sendiri telah lama mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis kemandirian, seperti budidaya sayuran, pertanian hidroponik, hingga pelatihan keterampilan teknis lainnya. Semua kegiatan ini diarahkan untuk mendukung pembinaan yang humanis, produktif, dan bernilai ekonomi, agar para warga binaan memiliki bekal positif setelah bebas nanti.
Dengan semangat kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan, ia berharap kegiatan pertanian ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya.
"Kami ingin membuktikan bahwa di balik tembok Rutan, para warga binaan tetap bisa berkarya, belajar, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, menambahkan bahwa, penanaman bibit tomat ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan langsung para peserta pelatihan pertanian. Mereka diajarkan mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, hingga panen.
“Kami ingin agar warga binaan memahami seluruh proses bercocok tanam dengan baik. Selain melatih disiplin, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap hasil kerja mereka sendiri,” tutup Eko.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)