[ 2025-10-27 ]
Warga Binaan Rutan Pekalongan Dapat Pelatihan Menjahit Daster, Siap Mandiri Pasca Bebas
Kota Pekalongan — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berupaya membina dan memberdayakan warga binaan pemasyarakatan melalui berbagai program pelatihan kemandirian. Kali ini, inovasi pembinaan tersebut diwujudkan lewat pelatihan menjahit daster yang digelar di ruang kerja Subseksi Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) Rutan Pekalongan, bekerja sama dengan Batik Dian Putri, Kamis (23/10/2025).
Pelatihan ini diikuti dengan penuh semangat oleh warga binaan yang antusias belajar teknik dasar hingga proses penyelesaian produk busana rumahan tersebut. Kegiatan didampingi langsung oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan setempat, Eko Kurniawan, yang turut memastikan setiap peserta mendapatkan pembelajaran yang aplikatif dan bermanfaat.
Eko menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berfokus pada peningkatan keterampilan warga binaan di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sektor UMKM menjadi ruang yang potensial bagi para mantan warga binaan untuk kembali berdaya secara ekonomi setelah bebas.
“Pelatihan menjahit ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan agar lebih siap mandiri setelah bebas nanti. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga semangat baru untuk produktif dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” terang Eko.
Ia menambahkan, Rutan Pekalongan terus berupaya menciptakan berbagai program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Tujuannya agar para warga binaan tidak hanya melewati masa hukuman dengan pasif, melainkan juga mengisi waktu dengan kegiatan yang membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan etos kerja.
Menariknya, hasil pelatihan menjahit daster ini tidak sekadar menjadi karya latihan, tetapi akan memiliki nilai jual nyata. Produk yang dihasilkan nantinya akan dipasarkan melalui beberapa butik batik di Kota Pekalongan, termasuk jaringan mitra usaha Batik Dian Putri. Ia menilai, upaya ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dengan dunia usaha dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membuktikan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas dan nilai ekonomi. Dengan dukungan pihak swasta seperti Batik Dian Putri, kami yakin kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik bagi mereka,” tambah Eko.
Kegiatan pelatihan ini disambut positif oleh para peserta, salah satunya warga binaan berinisial A. Ia mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk belajar keterampilan baru yang bermanfaat bagi masa depan.
"Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kerja tim di antara warga binaan dan melatih berwirausaha mandiri pasca bebas nanti, "tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)