[ 2025-10-27 ]
Lewat Siaran Radio Kota Batik, Ajakan Kelola Sampah Menggema di Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Di tengah situasi darurat sampah yang masih menjadi perhatian serius, Pemerintah Kota Pekalongan terus mencari berbagai cara untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Salah satu langkah kreatif yang kini dilakukan adalah menggandeng Radio Kota Batik (RKB) sebagai corong edukasi publik. Lewat gelombang udara yang menjangkau seluruh penjuru Kota Pekalongan dan sekitarnya ajakan untuk memilah dan mengurangi sampah kini menggema hingga ke ruang-ruang warga.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekalongan dengan Radio Kota Batik ini menjadi upaya menangani persoalan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk media lokal, untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan warga dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Radio Kota Batik sendiri merupakan lembaga penyiaran publik milik Pemerintah Kota Pekalongan di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) setempat. Dengan jangkauan siaran yang luas dan segmentasi pendengar yang beragam, radio ini telah lama berperan penting dalam menyebarluaskan berbagai program pembangunan daerah. Kini, RKB menjadi ujung tombak dalam gerakan edukasi pengelolaan sampah, sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penyiar Radio Kota Batik, Kang Ribut, mengungkapkan bahwa, pihaknya telah aktif menyiarkan berbagai konten edukatif terkait pengelolaan sampah jauh sebelum isu darurat sampah merebak.
"Kami sering menerima permintaan dari dinas-dinas untuk menyiarkan informasi tentang sampah, tapi bahkan tanpa diminta pun, kami punya inisiatif sendiri untuk terus mengedukasi masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, intensitas edukasi pengelolaan sampah meningkat setelah munculnya isu penutupan dan pembukaan kembali Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) beberapa waktu lalu. Radio Kota Batik kemudian memperbanyak tayangan public service announcement (iklan layanan masyarakat), berita, hingga dialog interaktif bertema lingkungan.
"Kami menyampaikan pesan lewat iklan layanan masyarakat, berita, dan juga lewat siaran rutin. Kami ajak pendengar untuk mulai mengelola sampah dari rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa, isu sampah bukan sekadar urusan pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.
"Sampah itu bukan cuma tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tapi tanggung jawab kita semua. Semua orang pasti nggak mau lingkungannya jadi kotor dan jorok. Oleh karena itu, kita harus bareng-bareng menjaga kebersihan,” tegas Ribut.
Tak hanya lewat siaran, Radio Kota Batik juga menggandeng komunitas pendengarnya yang tergabung dalam Warga RKB untuk turut menyuarakan kampanye peduli lingkungan. Dalam berbagai kegiatan sosial dan hiburan yang digelar komunitas tersebut, pesan tentang pentingnya memilah, mengurangi, dan mengelola sampah selalu diselipkan dalam setiap kesempatan.
Ribut menilai, meskipun langkah yang dilakukan radio mungkin tampak kecil, dampaknya bisa menjalar luas jika dilakukan secara konsisten.
"Harapan kami, meskipun langkah-langkah kecil yang kami lakukan ini mungkin belum besar dampaknya, tapi paling tidak bisa menularkan semangat kepada masyarakat. Kalau semakin banyak yang peduli dan mulai dari rumah masing-masing, saya yakin masalah sampah ini bisa pelan-pelan teratasi,” ungkapnya.
Disampaikan Ribut, upaya yang dilakukan Radio Kota Batik ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Pekalongan dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Dengan dukungan media lokal seperti RKB, semangat untuk menjaga kebersihan kota kini tidak hanya disampaikan lewat papan imbauan atau program pemerintah, tetapi juga mengudara setiap hari menembus rumah-rumah warga.
" Kami berharap sinergi ini menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana, dari satu suara yang menyerukan kepedulian, menjadi gema kesadaran kolektif untuk menjadikan Kota Pekalongan lebih bersih dan nyaman bagi semuanya," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)