Details Foto


Peringatan Hari Santri Nasional Kota Pekalongan Diwarnai Aksi Donor Darah: Wujud Nyata Kepedulian Sosial Santri

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-24 ]

Peringatan Hari Santri Nasional Kota Pekalongan Diwarnai Aksi Donor Darah: Wujud Nyata Kepedulian Sosial Santri

Kota Pekalongan - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, kegiatan sosial donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan turut menjadi salah satu rangkaian peringatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan usai apel peringatan Hari Santri yang berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama (NU), pondok pesantren, badan otonom (banom), serta lembaga-lembaga di bawah naungan PCNU Kota Pekalongan, di gedung Aswaja Kota Pekalongan, Rabu (22/10/2025).

Ketua Lesbumi Batik PCNU Kota Pekalongan, Najibul Mahbub, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya aksi donor darah dalam rangkaian Hari Santri. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“PMI selalu membutuhkan darah, sehingga dari sisi kemanusiaan kita tetap melaksanakan kegiatan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan darah yang tersedia. Belum tentu saat seseorang membutuhkan darah stok di PMI tersedia. Kalau stok darah kosong, kasihan pasien yang membutuhkan. Karena itu, setiap ada kegiatan besar yang melibatkan banyak peserta, kami manfaatkan juga untuk kegiatan sosial seperti donor darah,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa momentum Hari Santri menjadi kesempatan yang baik untuk menggerakkan semangat kepedulian di kalangan santri dan masyarakat luas. Antusiasme peserta apel Hari Santri di Kota Pekalongan terbukti tinggi. Setelah pelaksanaan apel, banyak peserta yang langsung mendaftarkan diri sebagai pendonor darah sukarela.

“Alhamdulillah, para peserta apel HSN yang terdiri dari perwakilan pondok pesantren, banom, serta lembaga PCNU Kota Pekalongan sangat antusias. Setelah kegiatan apel selesai, beberapa di antaranya langsung mendaftar untuk donor darah,” jelasnya.

Kegiatan donor darah ini mendapat sambutan positif dari peserta dan menjadi bagian penting dari peringatan Hari Santri di Kota Pekalongan. Selain meneguhkan semangat religius dan nasionalisme para santri, kegiatan ini juga memperkuat nilai kemanusiaan dan gotong royong.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara rutin, tidak hanya pada momentum Hari Santri, tetapi juga pada kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan masyarakat luas.

“Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh. Santri bukan hanya berjuang di bidang ilmu dan agama, tetapi juga dalam aksi nyata membantu sesama. Inilah wujud nyata pengabdian santri untuk bangsa,” tukasnya.

Sementara itu, PMI Kota Pekalongan mengapresiasi kegiatan ini karena membantu meningkatkan ketersediaan stok darah di wilayah Pekalongan. Kegiatan sosial seperti donor darah menjadi bentuk konkret kerja sama antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan lembaga kemanusiaan untuk saling mendukung dalam menolong sesama.

Dengan semangat Hari Santri, aksi donor darah ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai perjuangan santri tidak hanya tercermin dalam semangat religius dan nasionalisme, tetapi juga dalam kepedulian sosial yang nyata.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)