Details Foto


Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah, Kemenag Kota Pekalongan Gelar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-24 ]

Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah, Kemenag Kota Pekalongan Gelar Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Kota Pekalongan - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah sekaligus memperkuat karakter peserta didik, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM). Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, 20–23 Oktober 2025, bertempat di MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan.

Sebanyak 232 peserta dilibatkan pada kegiatan tersebut, terdiri dari kepala madrasah dan guru jenjang RA, MI, MTs, dan MA se-Kota Pekalongan. Jadwal pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap, untuk RA dan MI pada 20–21 Oktober serta MTs dan MA pada 22–23 Oktober 2025.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dari kalangan profesional dan praktisi pendidikan, di antaranya pengawas madrasah Kankemenag Kota Pekalongan, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, dan Kepala MAN Insan Cendekia Pekalongan.

Adapun materi yang diberikan seputar konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan harmoni dalam proses belajar, serta strategi Pembelajaran Mendalam (PM) yang berfokus pada pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan pembentukan karakter peserta didik.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky saat membuka kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa baik Kurikulum Berbasis Cinta maupun Pembelajaran Mendalam memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk insan pembelajar yang berkarakter penuh kasih, toleran, dan berintegritas tinggi.

"Kedua kurikulum ini sama-sama menumbuhkan budaya kasih sayang, integritas, dan sikap moderat pada anak-anak kita. Harapannya, para guru dapat memahami metode pembelajaran baru ini sehingga materi yang disampaikan tidak hanya membangun intelektual, tetapi juga memperkuat akhlak peserta didik,” ungkapnya.

Kasiman menegaskan pentingnya peran guru sebagai figur teladan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas di madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek kognitif semata, melainkan juga harus menyentuh dimensi afektif dan moral.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Jaelani, menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan bagian dari program pengembangan profesionalisme guru madrasah di bawah binaan Kementerian Agama.

“Pembekalan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang paripurna, insan kamil, yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas dan empati sosial yang kuat,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dirancang untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik, dengan menekankan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Ia melihat antusias para guru tampak mengikuti sesi demi sesi, baik berupa paparan teori, diskusi kelompok, maupun simulasi pembelajaran. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan hasil bimtek di satuan pendidikan masing-masing dengan lebih kreatif dan kontekstual.

Program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter mulia, berjiwa kasih, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama.

"Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Pekalongan,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)