Details Foto


BPS Kota Pekalongan Gelar Evaluasi Hasil Indikator SUPAS 2025

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-24 ]

BPS Kota Pekalongan Gelar Evaluasi Hasil Indikator SUPAS 2025, Pastikan Sinkronisasi Data untuk Kebijakan Tepat Sasaran

Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Evaluasi Hasil Indikator Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Tahun 2025 di Aula BPS Kota Pekalongan, Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan serta mitra lapangan BPS yang terlibat dalam pelaksanaan SUPAS.

Hayu menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap evaluasi dari hasil SUPAS yang telah dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025. Saat ini, BPS telah menyelesaikan tahap pengolahan data dan mulai memperoleh gambaran hasil dari berbagai indikator yang diukur dalam survei tersebut.

Menurutnya, SUPAS atau Survei Penduduk Antar Sensus merupakan survei nasional yang dilakukan oleh BPS di antara dua periode sensus, yakni antara Sensus Penduduk 2020 dan Sensus Penduduk 2030. Tujuannya adalah untuk memperbarui data dan indikator_ kependudukan secara berkala, sehingga pemerintah dapat memantau perubahan kondisi penduduk dari waktu ke waktu.

"Evaluasi ini penting untuk memastikan kualitas dan sinkronisasi data antar instansi. Selain indikator demografi, pendidikan, perumahan, dan ketenagakerjaan, kami juga fokus pada indikator kesehatan. Kami ingin mencocokkan hasil survei dengan data Dinkes agar validitasnya semakin kuat,” jelas Hayu.

Lebih lanjut, Hayu menambahkan bahwa, indikator kesehatan menjadi perhatian khusus karena terkait langsung dengan isu sensitif seperti kematian ibu, bayi, dan neonatal. Dinas Kesehatan dinilai memiliki sumber data yang lebih detail dan kompleks, karena terhubung langsung dengan puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya di lapangan. Oleh karena itu, BPS ingin memastikan bahwa data hasil SUPAS yang dikumpulkan oleh mitra statistik benar-benar sesuai dengan realitas di masyarakat.

“Kami ingin mengetahui apakah angka kematian yang terdeteksi oleh mitra BPS di lapangan sejalan dengan catatan Dinkes. Sinkronisasi ini penting supaya ketika data dirilis nanti, pemerintah bisa menggunakan satu sumber informasi yang konsisten dan bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam pelaksanaan SUPAS 2025, BPS Kota Pekalongan menerjunkan 20bpendata dan 5 pemeriksa yang terdiri dari 22 mitra statistik dan 3 Pegawai BPS dengan jumlah sampel rumah tangga yang cukup besar. Berdasarkan hasil sementara, dari 1.280 rumah tangga sampel, ditemukan 272 rumah tangga yang mengalami kejadian kematian dalam rentang waktu Juli 2022 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, 267 rumah tangga tercatat mengalami satu kejadian kematian, dan 5 rumah tangga mengalami dua kejadian kematian dalam periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan pentingnya validasi lebih lanjut agar hasil SUPAS dapat memberikan potret nyata tentang dinamika kependudukan di Kota Pekalongan. Selain bidang kesehatan, pertemuan evaluasi ini juga membahas sejumlah indikator penting lain seperti pendidikan, kondisi perumahan, ketenagakerjaan, dan struktur demografi penduduk.

Hayu menjelaskan, hasil sementara SUPAS akan dirilis melalui Berita Resmi Statistik (BRS) pada Desember 2025, yang berisi ringkasan atau summary dari temuan utama. Sementara itu, publikasi lengkap dengan analisis mendalam akan dilaunching pada tahun 2026.

“Kami berharap melalui kegiatan evaluasi ini, kualitas data yang dihasilkan semakin baik. Data yang valid dan terpercaya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” tegas Hayu.

Dengan dilaksanakannya evaluasi ini, dirinya berkomitmen untuk menjaga integritas dan akurasi data yang dihasilkan.

"Sehingga, hal ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan publik di Kota Pekalongan,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)