Details Foto


Belajar Ibadah Sejak Dini, Ribuan Pelajar TK/RA Muslimat NU Masyitoh Ikuti Simulasi Manasik Haji

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-21 ]

Belajar Ibadah Sejak Dini, Ribuan Pelajar TK/RA Muslimat NU Masyitoh Ikuti Simulasi Manasik Haji

Kota Pekalongan – Ribuan anak-anak berpakaian putih tampak memenuhi Lapangan Peturen, Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan, Minggu (19/10/2024). Dengan langkah kecil dan wajah ceria, mereka menirukan gerakan thawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah dalam kegiatan Peragaan Manasik Haji yang diikuti oleh seluruh lembaga TK/RA Muslimat NU Masyithoh se-Kota Pekalongan.

Kegiatan rutin dua tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat NU ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Para peserta didampingi guru serta orang tua menyimak setiap tahapan ibadah haji dengan penuh antusias.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Moch Machrus Abdullah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat edukatif dan bernilai spiritual tinggi. Ia menegaskan bahwa pengenalan ibadah haji sejak usia dini merupakan langkah penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak.

“Sejak kecil harus ditanamkan nilai-nilai pendidikan agama. Kegiatan manasik ini menjadi bagian dari rukun Islam yang sangat penting untuk kita kenalkan kepada anak-anak sejak dini,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, mereka mengenal kiblat umat Islam, tempat yang penuh keberkahan di mana doa diijabah. Harapannya, kelak mereka bisa menunaikan ibadah haji atau umrah, berziarah ke Mekkah dan Madinah. Menurutnya penanaman nilai ini sangat penting dilakukan secara rutin.

Ia mengajak seluruh lembaga pendidikan Islam untuk terus menanamkan nilai keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Umi Kulsum menyebutkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 36 lembaga TK/RA Muslimat NU Masyithoh dengan total peserta mencapai sekitar 2.800 anak. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Muslimat NU Kota Pekalongan.

"Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dan gotong royong seluruh lembaga. Harapannya, semua anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah, membanggakan orang tua, sukses di masa depan, berbahagia di dunia dan akhirat,” tuturnya.

Selain sebagai sarana mengenalkan tata cara ibadah haji, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran karakter bagi anak-anak usia dini. Mereka belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian melalui simulasi ibadah yang dikemas secara menarik dan menyenangkan.

“Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mengenalkan rukun Islam yang kelima, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan cinta agama sejak dini. Diharapkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari semangat kebersamaan antar guru, wali murid, serta pengurus lembaga pendidikan Muslimat NU. Semua bergotong royong mempersiapkan atribut, perlengkapan, hingga pendampingan anak selama acara berlangsung.

“Kami ingin anak-anak mencintai ibadah sejak kecil, agar kelak mereka tumbuh menjadi insan yang taat, berakhlak mulia, dan mencintai Islam dengan penuh kesadaran,” tutupnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)