Details Foto


Dinkes Gelar Lomba Dokter Kecil, Asah Pengetahuan dan Keterampilan Kesehatan Sejak Dini

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-20 ]

Dinkes Gelar Lomba Dokter Kecil, Asah Pengetahuan dan Keterampilan Kesehatan Sejak Dini

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan kembali menegaskan komitmennya mencetak generasi peduli kesehatan sejak usia sekolah. Setelah sempat terhenti karena pandemi, Dinas Kesehatan kembali menyelenggarakan Lomba Dokter Kecil tingkat kota. Ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, tetapi sarana strategis untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keterampilan penyuluhan, dan pemahaman anak terhadap kesehatan diri serta lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Penyakit setempat, Dita Rasnasuri saat ditemui pada kegiatan Lomba Dokter Kecil tersebut, Senin (20/10/2025) di aula TP PKK Kota Pekalongan menjelaskan, sebelum memasuki tingkat kota, setiap puskesmas telah melakukan seleksi internal.

"Ada 14 puskesmas dan masing-masing mengirimkan satu perwakilan. Jadi total ada 14 peserta di tingkat kota,” jelasnya.

Dari babak penyisihan tersebut, para juri menyeleksi 6 peserta terbaik untuk melaju ke babak berikutnya. Penilaian tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada kemampuan anak-anak dalam menyampaikan materi penyuluhan kesehatan.

“Materi yang dinilai mencakup bagaimana anak-anak mempresentasikan dan menyampaikan penyuluhan kesehatan secara jelas. Jadi bukan hanya tahu, tapi juga mampu menyampaikan kepada orang lain,” tandasnya.

Ia mengatakan bahwa dari seluruh peserta, akan dipilih juara 1, 2, dan 3, serta harapan 1, 2, dan 3. Penilaian meliputi kecakapan pengetahuan, keterampilan penyampaian, dan praktik langsung di lapangan.

Selain materi teori, anak-anak juga mengikuti uji praktik seperti penanganan luka, pembidaian, cuci tangan pakai sabun, dan pemeriksaan fisik dasar. Pada tahap lanjutan, para peserta diuji melalui berbagai sesi seperti menjawab pertanyaan lemparan, pertanyaan rebutan, hingga babak final.

“Mengingat mereka ini dokter kecil, tentu kesehatan fisik mereka juga menjadi bagian dari penilaian,” tambahnya.

Dirinya berharap kegiatan ini bukan hanya lomba, tapi juga mengasah kemampuan anak-anak dalam hal pengetahuan dan keterampilan kesehatan. Siapa tahu bisa berkelanjutan dan menjadi bekal bagi mereka di masa depan.

Lomba ini juga dirancang sebagai sarana untuk mengukur sejauh mana pemahaman anak terhadap kesehatan. Menurutnya, kesehatan adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas anak maupun lingkungan keluarga.

Ia menambahkan bahwa selama ini, pendidikan kesehatan juga telah diterapkan melalui program UKS di sekolah. Melalui lomba dokter kecil, Dinas Kesehatan ingin memastikan manfaatnya tidak berhenti pada kompetisi semata.

“Manfaatnya jauh lebih besar. Mereka terbiasa dengan dunia kesehatan, belajar keterampilan dasar, dan memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” imbuhnya.

Dita menerangkan bahwa beberapa tahun lalu lomba ini berjenjang hingga tingkat provinsi, namun dalam dua hingga tiga tahun terakhir kegiatan tersebut belum kembali diadakan.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan tetap menargetkan bahwa peserta lomba tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki keterampilan nyata dan minat terhadap dunia kesehatan.

“Harapannya ke depan, ada ketertarikan mereka untuk menjadi dokter atau tenaga kesehatan lainnya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan terdorong untuk menjaga kesehatan pribadi, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Mereka juga dibekali wawasan tentang pentingnya pola makan bergizi serta gaya hidup sehat.

“Kegiatan ini memberikan manfaat langsung, menambah pengetahuan mereka bahwa dunia kesehatan itu kompleks dan penting. Setidaknya, sejak dini mereka sudah punya bekal dan semangat untuk hidup sehat,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)