Details Foto


OJT dan Praktik 80 Persen Kejuruan Sepeda Motor Jadi Andalan Siapkan Tenaga Siap Pakai

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-20 ]

OJT dan Praktik 80 Persen Kejuruan Sepeda Motor Jadi Andalan Siapkan Tenaga Siap Pakai

Kota Pekalongan - Program kejuruan sepeda motor menjadi salah satu jalur efektif dalam menyiapkan generasi muda untuk masuk ke dunia kerja industri otomotif. Melalui kegiatan belajar berbasis praktik dan fasilitas yang memadai, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teknis, tetapi juga dibentuk agar siap menghadapi kebutuhan pasar kerja. 

 

Rifqi Wardana, instruktur kejuruan sepeda motor di Balai Latihan Kerja (BLK) saat ditemui di ruang praktek setempat menyebut bahwa pendekatan yang diterapkan berfokus pada keterampilan langsung serta pengalaman lapangan agar lulusan dapat terserap dengan cepat setelah menyelesaikan program.

“Selama ini setelah selesai kami selalu memberikan fasilitas On Job Training atau OJT. Bisa di dealer resmi seperti Astra, 54, Yamaha Siip,” terangnya.

Rifqi menjelaskan bahwa beberapa alumni BLK Kota Pekalongan pada jurusan tersebut telah bekerja di jaringan bengkel resmi, sementara sebagian lainnya berhasil membuka usaha sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kompetensi yang mereka miliki mampu diaplikasikan baik di industri maupun secara mandiri.

“Beberapa alumni sudah bekerja di dealer resmi dan ada juga yang membuka usaha di rumah atau tempat usaha,” jelasnya.

Ia mengungkapkan mayoritas peserta berasal dari kalangan pemula dengan usia yang relatif muda. Rifqi menegaskan bahwa keberadaan sarana dan prasarana (sarpras) BLK yang lengkap sangat membantu proses penyampaian materi dan praktik.

“Sebagian besar mereka pemula. Sarpras alat yang mencukupi sangat membantu instruktur saat melakukan pelatihan,” ungkapnya.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia memungkinkan peserta langsung memahami materi secara visual dan praktik. Dengan waktu belajar yang singkat dan materi yang banyak, penggunaan bahasa sederhana dan dukungan sarpras menjadi kunci efektivitas pembelajaran.

Karena peserta didominasi usia muda dan pemula, pendekatan pembelajaran dilakukan dengan praktik langsung sebagai metode utama. Ia menyebut, porsi teori hanya sebagian kecil dari keseluruhan proses.

“Kita praktik 80 persen, teori 20 persen. Kebanyakan usia muda,” tandasnya.

Melalui model ini, peserta terbiasa menangani kasus nyata dan memahami fungsi komponen langsung di lapangan.

Lebih lanjut, ia menambahkan perpaduan antara praktik intensif, sarpras BLK yang lengkap, dan fasilitas OJT di bengkel resmi terbukti menghasilkan lulusan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Selain terserap di dealer besar, tidak sedikit alumni yang kini membuka usaha sendiri berbekal keterampilan yang diperoleh.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)