Details Foto


Pelatihan Barista BLK Pekalongan Kian Diminati, Lulusan Cepat Terserap Industri Kuliner

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-20 ]

Pelatihan Barista BLK Pekalongan Kian Diminati, Lulusan Cepat Terserap Industri Kuliner

Kota Pekalongan - Jurusan Barista menjadi salah satu program pelatihan yang mendapatkan minat dan perhatian dari masyarakat di BLK Kota Pekalongan pada pelatihan tahap II DBHCHT. Hal ini dikarenakan, para peserta tidak hanya belajar tentang kopi, tetapi juga memahami dunia pelayanan kafe secara menyeluruh dan langsung terhubung dengan kebutuhan industri.

Instruktur pariwisata setempat, Subekti, mengungkapkan bahwa proses pembelajaran dirancang menyerupai kondisi kerja nyata. Setelah menjalani praktik di restoran, peserta kini sedang mengikuti simulasi pelayanan kafe. “Kami buat mereka merasakan semua situasi. Restoran, kafe, dan coffee shop semuanya kami coba. Jadi mereka tidak hanya belajar teori, tapi praktik langsung,” ungkapnya.

Pelatihan tidak berhenti pada teknik penyajian. Peserta dibekali keterampilan meracik minuman menggunakan dua pendekatan yakni manual brewing dan mesin. Mereka juga mempelajari penyajian teh dan cokelat agar siap bekerja di berbagai jenis usaha minuman. “Barista itu bukan cuma kopi. Mereka juga kami bekali pengetahuan tentang teh dan cokelat, karena kebutuhan di lapangan seperti itu,” ujarnya.

Tantangan muncul dari penggunaan istilah asing dalam industri perkopian. Namun Subekti menyebut hal itu bisa diatasi melalui metode pengajaran yang komunikatif. “Daya tangkap peserta berbeda, hafalannya juga beda-beda. Tapi teknik yang diberikan sudah membantu mereka menguasai istilah asing secara bertahap,” jelasnya.

Antusiasme peserta, menurutnya, menjadi modal besar dalam pelatihan ini. Banyak dari mereka baru pertama kali mengenal dunia barista, tetapi semangat belajarnya tinggi. “Pemula di jurusan barista justru antusiasnya besar. Itu yang membuat prosesnya lebih hidup,” katanya.

Dari sisi peluang kerja, jurusan ini terbukti menjanjikan. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lulusan barista relatif cepat, terutama bagi peserta perempuan. “Di Kota Pekalongan, barista perempuan masih sangat dicari, tapi laki-laki juga tetap banyak kebutuhannya. Keduanya punya daya tarik masing-masing,” imbuhnya.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana BLK Pekalongan mempersiapkan tenaga terampil di sektor pariwisata. Dengan kombinasi praktik langsung, instruktur berpengalaman, dan kebutuhan pasar yang tinggi, jurusan barista diyakini akan terus menjadi magnet bagi para pencari keterampilan siap kerja.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)