Details Foto


Pemkot Pekalongan dan BI Tegal Salurkan Beras Premium ke 442 KPM

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-20 ]

Bersinergi Tekan Stunting, Pemkot Pekalongan dan BI Tegal Salurkan Beras Premium ke 442 KPM

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Pemkot menyalurkan bantuan cadangan pangan berupa beras premium kepada 442 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari keluarga berisiko stunting. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Mataram, Kamis (16/10/2025).

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf menyampaikan apresiasinya atas sinergi berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan dan menurunkan angka stunting di Kota Pekalongan.

“Alhamdulillah, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-80 ini, kita bisa melaksanakan Gerakan Pangan Murah sekaligus penyaluran bantuan beras premium bagi keluarga berisiko stunting. Terima kasih kepada Bank Indonesia Tegal dan Bulog yang telah membantu Pemkot Pekalongan dalam memastikan pangan bergizi tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Wali Kota Aaf.

Menurutnya, masalah stunting bukan hanya urusan gizi semata, tetapi juga menyangkut ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tingkat keluarga.

"Kita ingin memastikan bahwa semua keluarga di Kota Pekalongan, terutama yang memiliki anak-anak, bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup. Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat dan menurunkan angka stunting secara signifikan,” tambahnya.

Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara BI, Pemerintah Daerah, Bulog, dan TPID dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Dalam agenda GPM ini kami melaksanakan seremonial penyerahan bantuan cadangan pangan pemerintah untuk balita stunting. Total ada 2,2 ton beras premium dari PT Bulog yang disalurkan kepada 442 KPM,” terangnya.

Bimala menambahkan bahwa, TPID memiliki empat fokus utama yang dikenal dengan 4K, yaitu Ketersediaan, Keterjangkauan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Kebijakan.

“Karena Kota Pekalongan bukan daerah penghasil pangan, kita perlu menjaga kelancaran distribusi dari daerah lain. Ketersediaan barang harus terjamin, dan komunikasi kebijakan juga penting. Misalnya, masyarakat perlu membiasakan makan secukupnya, tidak membuang makanan, serta bijak dalam memilih sumber protein. Jika harga daging ayam tinggi, bisa diganti dengan telur atau protein lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, mengungkapkan bahwa, bantuan ini diberikan kepada keluarga berisiko stunting yang tersebar di 14 kelurahan. Setiap KPM menerima 5 kilogram beras premium.

“Harapannya, bantuan ini bisa membantu keluarga yang masih memiliki anak-anak dengan indikasi stunting. Dengan harga beras premium yang masih melambung tinggi, bantuan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah bersama BI Tegal agar keluarga berisiko stunting tetap memiliki akses terhadap pangan bergizi,” ujar Inggit.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Pekalongan.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. Semoga upaya bersama ini dapat melahirkan generasi Kota Pekalongan yang sehat, kuat, dan cerdas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati, menambahkan bahwa, program ini disinergikan dengan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Kota Pekalongan.

“Total bantuan sebanyak 2.200 kilogram atau 2,2 ton beras premium disalurkan kepada 442 KPM di 14 kelurahan dalam rangka percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Selain penyaluran bantuan dan Gerakan Pangan Murah, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan donor darah serta pembagian bibit tanaman pangan gratis dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan.

Pihaknya ingin masyarakat tidak hanya mendapat manfaat ekonomi dari GPM, tetapi juga termotivasi untuk menanam sendiri sumber pangan di rumah.

"Melalui sinergi antara BI Tegal, Pemkot Pekalongan, Bulog, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kota Pekalongan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan keluarga,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)