[ 2025-10-20 ]
Hari Pangan Sedunia ke-80, Warga Antusias Belanja Sembako Murah di Lapangan Mataram
Kota Pekalongan – Ratusan warga antusias berbelanja dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kali ini, GPM diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-80 Tahun 2025, di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Kamis (16/10/2025). Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekalongan ini bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal serta melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan TP PKK dan sejumlah dinas terkait.
Wali Kota Pekalongan, HA. Afzan Arslan Djunaid, SE atau yang akrab disapa Aaf menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak yang telah turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, GPM merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“Alhamdulillah, kali ini ada Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-80 Tahun 2025. Kota Pekalongan masih bisa melaksanakannya dengan lancar. Terima kasih kepada jajaran KPw BI Tegal yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Wali Kota Aaf.
Wali Kota Aaf menjelaskan, selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah, kegiatan ini juga diramaikan oleh keikutsertaan UMKM binaan TP PKK dan dinas terkait yang menjual berbagai produk olahan pangan lokal.
"Kami berharap, kegiatan semacam ini bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menekan laju inflasi di daerah,"tuturnya.
Sementara itu, Kepala KPw BI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa, pelaksanaan GPM merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendukung TPID untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar.
“Kami memberikan subsidi ongkos angkut komoditas pangan dengan total nilai Rp8,5 juta. Subsidi ini digunakan untuk menekan harga jual beberapa bahan pokok seperti minyak goreng Rp1.000 per liter, gula pasir Rp1.000 per kilogram, telur ayam ras Rp750 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp500 per kilogram. Ke depan, masih akan ada enam kali kegiatan GPM di Kota Pekalongan yang difasilitasi BI hingga akhir November 2025,” terang Bimala.
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM juga melibatkan aparat kepolisian untuk membantu proses distribusi agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan GPM bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok murah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengedukasi pentingnya menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat bisa belajar bagaimana mengelola kebutuhan pangan secara bijak, mendukung UMKM lokal, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa ketahanan pangan dimulai dari keluarga,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyowati, menuturkan bahwa, kegiatan GPM menjadi sangat penting mengingat harga sejumlah komoditas pangan di Kota Pekalongan beberapa bulan terakhir cenderung tinggi, terutama harga beras.
"Harga beras medium di pasaran sudah mencapai Rp14.000 per kilogram, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah adalah Rp13.500. Untuk beras premium bahkan sudah menyentuh Rp16.200 per kilogram, sementara HET-nya Rp14.900. Ini menunjukkan perlunya langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan,” jelas Lili.
Salah satu warga Kelurahan Kuripan Lor, Hikmah, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan GPM ini. Ia datang bersama keluarga untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasaran.
"Saya beli beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur. Di GPM harganya jauh lebih murah, beras Rp57.500 per kemasan 5 kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter, gula pasir Rp15.500 per kilogram, dan telur ayam ras Rp27.500 per kilogram. Kalau di pasaran, harganya sudah jauh lebih tinggi. Saya sangat senang dan berharap kegiatan seperti ini sering diadakan,” tukas Hikmah.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)