Details Foto


Peringati Hari Batik dan Hari Santri, PAUD Terpadu Annisa Muslimat NU Jenggot Gelar Kreasi Membatik

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-14 ]

Peringati Hari Batik dan Hari Santri, PAUD Terpadu Annisa Muslimat NU Jenggot Gelar Kreasi Membatik 

Kota Pekalongan - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober mendatang, PAUD Terpadu Annisa Muslimat NU Jenggot menyelenggarakan kegiatan edukatif dan kreatif membatik bagi seluruh peserta didik. 

Kepala PAUD, Elok Fitriyah saat ditemui pada kegiatan tersebut, Senin (13/10/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang berbeda untuk setiap jenjang usia agar aman, menyenangkan, dan tetap menggali potensi anak. Kelompok bermain (KB) diberikan kegiatan membatik yang sederhana dan aman. Anak-anak hanya melakukan kegiatan mewarnai menggunakan bahan mirip permen yang diformulasikan khusus agar tidak berbahaya bagi mereka. Tujuan utamanya adalah mengenalkan warna, pola, dan tekstur batik melalui aktivitas yang menyenangkan.

Untuk peserta TK A, kegiatan difokuskan pada teknik batik kriwil dan shibori. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih berkreasi dengan pola lipatan, ikatan, dan pencelupan warna sehingga mereka memahami konsep dasar membatik sekaligus melatih koordinasi motorik.

Sementara itu, peserta TK B memperoleh pengalaman lebih kompleks. Mereka menggunakan malam panas untuk membentuk pola batik, bukan dengan canting seperti orang dewasa, melainkan memakai kayu agar lebih aman dan mudah digenggam. Setelah itu, anak-anak mewarnai hasil pola yang telah dibuat. Dengan pendekatan ini, proses mengenal kriya batik dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kemampuan.

Elok mengungkapkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya Indonesia sekaligus meningkatkan kreativitas. "Kami ingin anak-anak mengetahui proses membatik, menghargai karya sendiri, dan belajar mengapresiasi hasil karya orang lain," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran budaya sejak dini merupakan bentuk pelestarian batik sebagai warisan bangsa.

Seluruh hasil karya anak nantinya akan ditampilkan dalam Parade Maha Karya Santri PAUD Terpadu Annisa Muslimat NU Jenggot yang digelar pada 22 Oktober, bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus wadah berbagi pengalaman berkriya antara peserta didik, pendidik, dan orang tua.

“Semoga batik tetap lestari, dan anak-anak mampu menghargai bagaimana proses membatik itu berlangsung. Dengan kreasi ceria ini, mereka bukan hanya belajar seni, tetapi juga nilai budaya dan rasa memiliki terhadap karya bangsa sendiri,” tutupnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)