Details Foto


Perdana Digelar Tahun 2025, Pelatihan Teknisi HP Dinilai Punya Peluang Menjanjikan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-14 ]

Perdana Digelar Tahun 2025, Pelatihan Teknisi HP Dinilai Punya Peluang Menjanjikan

Kota Pekalongan - Untuk pertama kalinya di tahun 2025, Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan resmi membuka program pelatihan teknisi handphone. Program ini langsung menarik perhatian karena dinilai membuka peluang kerja dan usaha yang sangat besar, mengingat hampir seluruh lapisan masyarakat kini menggunakan telepon seluler.

Setiawan, instruktur pelatihan ini saat ditemui di ruang pelatihan BLK Kota Pekalongan, Senin (13/10/2025) menjelaskan bahwa program dirancang khusus bagi pemula agar mampu menjadi teknisi profesional dalam waktu relatif singkat. Selama 25 hari pelatihan, peserta dibimbing mulai dari dasar hingga siap terjun langsung ke dunia kerja. “Targetnya, setelah pelatihan ini peserta bisa mandiri atau bekerja di counter yang sudah ada. Karena itu, pelatihan dimulai dari nol sampai profesional,” ujarnya.

Dari total 25 hari pelaksanaan, ia merinci 20 hari pertama diisi dengan praktik reparasi berbagai kerusakan handphone. Sementara 5 hari terakhir difokuskan pada bedah kasus yang berasal dari perangkat milik masyarakat umum sebagai bentuk uji kemampuan. “Selama pelatihan kita tekankan prakteknya. Pasca 20 hari praktik, lima hari terakhir kita bedah kasus dari customer sebagai pengujian kemampuan sebelum peserta benar-benar bekerja. Langkah ini juga untuk membentuk mental mereka karena dunia reparasi memerlukan kesiapan mental selain pengetahuan,” tuturnya.

Materi yang diberikan mencakup hampir semua jenis kerusakan handphone, baik dari segi perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Peserta dilatih menangani masalah seperti HP mati total, restart berulang, gangguan audio, lupa pola, hingga kerusakan sistem lainnya. “Seorang teknisi reparasi HP harus menguasai hardware sekaligus software. Karena itu semua kita ajarkan,” tandasnya.

Ia menyebut, total terdapat 16 program pelatihan teknisi handphone dalam kurikulum. Selain keterampilan teknis, peserta juga diberikan motivasi dan wawasan usaha. Setiawan menegaskan bahwa peluang bisnis di bidang reparasi HP sangat terbuka dan tidak diajarkan di pendidikan formal. “Handphone dimiliki hampir semua orang, teknologinya terus berkembang dan diminati semua kalangan usia. Ini peluang yang sangat bagus, terlebih bidang reparasi HP tidak diajarkan di sekolah formal. Hampir semua kalangan bisa masuk ke bisnis ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Setiawan menyampaikan bahwa seluruh peserta yang mengikuti program angkatan perdana ini merupakan pemula, namun menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi. “Antusias peserta luar biasa. Mereka tidak ada yang absen. Semua benar-benar ingin bisa,” terangnya.

Evaluasi hasil pelatihan akan dilakukan setelah seluruh rangkaian berakhir pada hari ke-25. Pihaknya berharap peserta mampu langsung memanfaatkan peluang usaha maupun bekerja secara profesional di bidang reparasi handphone.

Dengan dibukanya pelatihan teknisi handphone untuk pertama kalinya di tahun 2025, dirinya optimistis lahirnya tenaga teknisi baru akan menjawab kebutuhan pasar dan membuka lapangan kerja baru di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)