[ 2025-10-14 ]
Rutan Pekalongan Gelar Razia Gabungan Bersama TNI dan Polri, Pastikan Lingkungan Hunian Tetap Kondusif
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Pada Jumat malam (10/10/2025), Rutan Pekalongan melaksanakan razia gabungan bersama unsur TNI dan Polri yang berlangsung mulai pukul 22.30 WIB hingga dini hari.
Kepala Rutan, Nanang Adi Susanto, mengungkapkan bahwa, razia tersebut menyasar seluruh blok dan kamar hunian warga binaan, baik di blok laki-laki maupun perempuan. Kegiatan ini melibatkan 5 personel Polresta Pekalongan dan 2 personel TNI dari Koramil Pekalongan Utara, serta seluruh jajaran petugas Rutan Pekalongan.
"Untuk menjaga kenyamanan serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika pemeriksaan, penggeledahan di blok perempuan dilakukan oleh petugas perempuan. Alhamdulillah seluruh proses pemeriksaan berjalan dengan tertib, humanis, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan,"ujar Karutan Nanang.
Dalam pelaksanaan razia, kata Karutan Nanang, petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh, meliputi kamar tahanan, kamar narapidana, ruang lansia dan kelompok rentan, hingga kamar mapenaling (masa pengenalan lingkungan) bagi tahanan baru.
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa barang terlarang, antara lain 4 buah korek gas, 2 lembar amplas sisa potongan, 2 buah pinset buatan, 2 buah paku, 1 set kartu domino, 1 helai tali, 1 botol kaca, dan 1 keping kain,"ungkapnya.
Menurutnya, seluruh barang hasil temuan tersebut langsung diamankan dan akan dimusnahkan sebagai bentuk penegakan aturan dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di dalam rutan.
Lanjut Karutan menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya sinergi antar-aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan di lapas dan rutan seluruh Indonesia.
"Razia gabungan ini bukan hanya sebatas kegiatan rutin, tetapi menjadi wujud sinergi antara Rutan Pekalongan, TNI, dan Polri dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari barang-barang terlarang,” tegasnya.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Selain melalui kegiatan penggeledahan, langkah pencegahan juga dilakukan dengan pendekatan pembinaan dan pengawasan berkelanjutan terhadap warga binaan agar tercipta lingkungan yang kondusif dan berorientasi pada pemasyarakatan yang humanis.
Ia menilai, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif tanpa menimbulkan keresahan di antara warga binaan. WBP juga menunjukkan sikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.
Lanjutnya, razia gabungan ini menjadi bagian dari implementasi program 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang keamanan dan ketertiban, sekaligus menunjukkan bahwa Rutan Kelas IIA Pekalongan terus berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dari gangguan keamanan serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.
"Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap mampu memberikan rasa aman, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas, serta terus menjadi lembaga pemasyarakatan yang mengedepankan nilai-nilai humanis, tegas, dan transparan dalam setiap langkah pembinaannya,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)