Details Foto


Pembelajaran Bina Diri ABK: SKB Kota Pekalongan Tanamkan Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-08 ]

Pembelajaran Bina Diri ABK: SKB Kota Pekalongan Tanamkan Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat

Kota Pekalongan - Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran bertema bina diri, yang difokuskan pada pembiasaan hidup bersih dan sehat sebagai bekal kemandirian bagi peserta didik.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SKB Kota Pekalongan ini dipandu oleh para Guru Pendamping Khusus (GPK) dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik. Materi pembelajaran tidak hanya mengulas teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung yang menyenangkan dan edukatif.

Guru Pendamping Khusus, Angga Pratama Armadi Putra, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini merupakan bagian dari program pembelajaran rutin, namun dengan penekanan khusus pada materi bina diri.

“Kegiatan yang dilakukan berupa pembelajaran seperti biasanya, namun kali ini difokuskan pada materi bina diri, yaitu program khusus bagi anak berkebutuhan khusus sebagai bekal agar mereka dapat mengurus dirinya sendiri,” ujar.

Materinya meliputi kebersihan diri seperti mengenal masa pubertas, menstruasi, serta menjaga kebersihan kuku, gigi, dan tubuh.

Menurutnya, latar belakang kegiatan ini berangkat dari pentingnya membiasakan hidup bersih dan sehat sejak dini, terutama bagi peserta didik ABK. Melalui pembiasaan yang konsisten, diharapkan anak-anak dapat tumbuh lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembiasaan hidup bersih dan sehat bagi ABK agar mereka dapat hidup lebih berkualitas dan mandiri dalam menjaga kebersihan diri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sebagian besar peserta didik di SKB Kota Pekalongan saat ini telah memasuki masa pubertas. Oleh karena itu, kegiatan juga dibekali dengan edukasi mengenai perubahan fisik dan emosional yang dialami remaja.

“Kesadaran terhadap kebersihan diri di kalangan ABK masih cukup minim, bahkan sebagian orang tua masih kurang memahami pentingnya pembiasaan ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa ABK juga mampu menerapkan prinsip hidup bersih dan sehat. Siswa laki-laki dan perempuan dijelaskan perbedaan proses pubertas, termasuk bagaimana cara menghadapi menstruasi, menjaga kebersihan selama haid, dan bagaimana teman laki-laki bersikap menghormati teman perempuannya yang sedang menstruasi.

Sementara itu, Guru Pendamping Khusus, Anggraini Nur Millati mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta didik. Antusiasme tampak terutama dari siswa perempuan yang sudah mengalami masa pubertas.

“Respon peserta didik sangat antusias, terutama siswa perempuan yang sudah mengalami pubertas. Mereka berani berbagi pengalaman tentang masa menstruasi dan menyampaikan harapannya agar teman-teman laki-laki dapat memahami kondisi mereka ketika sedang menstruasi,” terangnya.

Dikatakan Anggraini, kegiatan ini turut melibatkan partisipasi aktif orang tua siswa. Beberapa di antara mereka turut hadir mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung dan ikut dalam sesi praktik.

“Ya, beberapa orang tua turut hadir dan berpartisipasi. Mereka membantu saat sesi praktik menyikat gigi dan ikut mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar program edukatif seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi siswa maupun orang tua.

“Harapannya, melalui kegiatan ini peserta didik dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan memiliki sikap positif terhadap perubahan fisik yang mereka alami. Selain itu, diharapkan pula tumbuh empati antar siswa agar mereka dapat saling menghormati dan mendukung satu sama lain, terutama saat menghadapi fase pubertas,” ungkapnya.

Bagi orang tua, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya pendampingan dalam membentuk kemandirian anak sejak dini melalui pembiasaan hidup bersih dan sehat di rumah.

Kegiatan tersebut ditutup dengan praktik menyikat gigi bersama, sebagai bentuk pembelajaran langsung tentang cara menjaga kebersihan diri dengan benar.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)