[ 2025-10-08 ]
Antusias dan Berbakat, 20 Finalis Duta Genre Kota Pekalongan 2025 Pamerkan Potensi Jelang Grand Final
Kota Pekalongan - Semangat dan kreativitas remaja Kota Pekalongan kembali terpancar dalam rangkaian Apresiasi Duta Genre 2025. Setelah melewati proses panjang mulai dari seleksi administrasi, wawancara, tes tertulis, hingga intensif class selama hampir satu bulan, sebanyak 20 finalis kini menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam sesi uji bakat dan minat, berlangsung di aula Museum Batik Pekalongan, Jumat (3/10/2025).
Sekretaris Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina yang juga menjadi juri menyebutkan bahwa tahap ini merupakan bagian terakhir sebelum grand final yang akan digelar esok hari. “Hari ini adalah rangkaian dari kegiatan apresiasi Duta Genre Kota Pekalongan 2025 setelah melewati seleksi administrasi, wawancara, tes tertulis, dan intensif class hampir satu bulan. Hari ini khusus untuk penilaian bakat dan minat sebelum besok grand final,” jelasnya.
Peserta yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan tersebut terpilih dari lebih dari 50 pendaftar. Seluruhnya akan tampil pada grand final sebelum disaring menjadi 6 besar lalu 3 besar.
Lebih lanjut, Agustin menyampaikan kekagumannya atas penampilan para peserta tahun ini. “Saya sangat mengapresiasi bakat dan minat peserta. Lebih bagus dari tahun sebelumnya. Semangat anak-anak untuk mengekspresikan diri, menyuarakan pikiran, dan menampilkan skill yang mereka dalami sangat terlihat,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa semakin diminati remaja agar mereka punya pengalaman nyata tentang proses. Dirinya mendorong remaja untuk tidak mengeluh dan segera melakukan hal positif.
Salah satu juri lainnya, Ribut Achwandi, mengaku kagum dengan energi dan kemampuan para peserta. “Kalau melihat peserta duta genre, rasanya ingin kembali ke usia mereka, karena kita yang sudah terlalu tua. Semangatnya anak-anak luar biasa. Saya pikir kami berkewajiban memberikan support untuk mengasah bakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ahmad Aulia Al-Faqih, siswa SMKN 4 Kota Pekalongan, salah satu peserta duta genre ini mengaku memiliki keterkaitan dengan Duta Genre karena dapat memberikan pengalaman positif di usia remajanya. “Yang bikin tertarik karena Duta Genre adalah wadah yang bisa memberikan manfaat bagi remaja agar mereka mengetahui bahaya pernikahan dini dan pergaulan bebas. Jadi setiap remaja yang bergabung bisa memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Dalam sesi bakat, Ahmad menampilkan pertunjukan wayang secara ringkas, yang sudah ia pelajari sejak kelas 1 SD. Usai tampil ia memberikan pesan kepada para remaja untuk bisa menjalani hidup dengan bahagia dan memanfaatkan waktu dengan hal-hal positif dan bermanfaat untuk masa depan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)