Details Foto


Hari Batik Nasional Jadi Momentum Penguatan Komitmen Pelestarian Warisan Budaya Kota Pekalongan

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-08 ]

Hari Batik Nasional Jadi Momentum Penguatan Komitmen Pelestarian Warisan Budaya Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya sekaligus identitas kota.

Kepala Dinparbudpora, Sabaryo Pramono saat ditemui pada kegiatan workshop membatik kain 16 meter di Museum Batik, Kamis (2/10/2025) menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan berbagai bentuk pembinaan kepada para pengrajin batik. Upaya ini dilakukan melalui program pelatihan, workshop, kemitraan kelembagaan, serta fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku usaha batik di tingkat lokal maupun nasional.

“Pembinaan pengrajin batik sering kami lakukan melalui berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya melibatkan pengrajin dalam workshop, pelatihan, dan juga mengirimkan para pembatik untuk mengikuti kursus-kursus. Kami sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah museum yang ada di Surakarta dan Yogyakarta. Pembinaan sampai saat ini tetap kami lakukan secara berkelanjutan untuk para pembatik,” terangnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor dibutuhkan demi menjaga keberlangsungan batik Pekalongan yang telah diakui secara nasional maupun internasional. Dengan menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan, komunitas budaya, serta pelaku industri kreatif, diharapkan regenerasi perajin batik dapat terus berjalan.

Selain itu, pada momentum peringatan Hari Batik Nasional tahun ini, ia menyampaikan apresiasi terhadap para pelaku, tokoh, dan komunitas batik yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan tradisi membatik.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para tokoh yang hadir atas atensi dan kreativitasnya. Sehingga sampai pagi hari ini, batik masih eksis dan terus berkembang. Dibutuhkan komitmen yang tinggi dan semangat luar biasa agar batik tetap lestari di Kota Pekalongan,” ucapnya.

Menurutnya, keberlangsungan batik tidak hanya bergantung pada sektor industri, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menggunakan, mempromosikan, dan mewariskan budaya batik kepada generasi muda. Pemerintah daerah akan terus mendorong program edukasi dan kampanye pelestarian batik melalui sekolah, komunitas seni, dan kegiatan publik.

Hari Batik Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali peran batik sebagai warisan budaya tak benda sekaligus ikon utama Kota Pekalongan. Melalui upaya pembinaan dan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap agar batik tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama di masa kini dan mendatang.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)