[ 2025-10-08 ]
Cegah Perkawinan Dini, Wujudkan Generasi Sehat, Kemenag Kota Pekalongan Gelar BRUS
Kota Pekalongan - Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam terus mengintensifkan pembinaan bagi generasi muda, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas XI MAN IC Pekalongan. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Ali Sa'ban, pada Selasa (30/9/2025) di MAN IC Kota Pekalongan ditujukan untuk membekali remaja dengan pengetahuan serta keterampilan terkait pengenalan diri, pengelolaan emosi, kesehatan reproduksi, dan pemahaman tentang pernikahan. Melalui program ini, peserta diharapkan memiliki kesadaran untuk menunda perkawinan usia dini serta mampu mempersiapkan masa depan secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Ali menekankan pentingnya pembinaan remaja secara holistik agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul. "Remaja adalah generasi penerus bangsa. Mereka perlu diarahkan agar mampu mengenal diri, mengelola emosi, dan membangun masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya dari sisi akademik, tetapi juga harus mencakup penguatan karakter, kesehatan mental, dan kesiapan sosial.
Kegiatan BRUS menghadirkan dua narasumber dari Penyuluh Agama Islam yakni Nur Kholis Rofi'i dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pekalongan Barat dan Sri Mulyati dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pekalongan Utara. Kedua narasumber menyampaikan materi mengenai pentingnya pengenalan diri sebagai dasar untuk membentuk remaja yang sehat, percaya diri, dan berintegritas.
Pada kesempatan tersebut, peserta diberikan pembekalan tentang pengelolaan emosi, komunikasi yang sehat, dan keterampilan dalam mengambil keputusan.
Para narasumber juga melatih siswa untuk mengenali potensi diri, memahami penyebab munculnya emosi, serta menemukan cara yang tepat dan sehat untuk mengendalikannya. Peserta diajak menumbuhkan rasa syukur, pikiran positif, dan sikap bijak dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan BRUS ini, diharapkan dapat memperkuat karakter remaja agar menjadi generasi yang sehat secara fisik dan mental, cerdas dalam mengambil keputusan, dan mampu mengelola diri dengan baik.
Program ini juga menjadi upaya nyata pencegahan perkawinan usia dini sekaligus dukungan terhadap terwujudnya generasi muda yang berkualitas dan siap menyongsong masa depan yang cerah.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)