Details Foto


Rutan Pekalongan Kolaborasi dengan Dishub Wujudkan Transportasi Aman dan Layak bagi WBP Integrasi

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-08 ]

Rutan Pekalongan Kolaborasi dengan Dishub Wujudkan Transportasi Aman dan Layak bagi WBP Integrasi

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), terutama mereka yang tengah menjalani masa integrasi. Kali ini, Rutan Pekalongan menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan untuk mewujudkan layanan transportasi yang aman, layak, dan bermartabat melalui inovasi “Manji Keren” (Mobil Antar Jemput Warga Binaan Integrasi dan Kelompok Rentan).

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, bersama jajarannya melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dishub Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, di Kantor Dishub Kota Pekalongan, Selasa (7/10/2025). Pertemuan ini membahas dukungan dan sinergi lintas instansi dalam penguatan layanan sosial berbasis kemanusiaan bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat integrasi maupun kelompok rentan lainnya.

Kepala Dishub Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, mengapresiasi langkah proaktif Rutan Pekalongan yang tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam tembok lembaga pemasyarakatan, tetapi juga memperhatikan fase pasca-pembinaan melalui inovasi transportasi sosial ini.

“Prinsipnya, kami mendukung program yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan seperti ini. Nanti akan kami bahas lebih lanjut dalam bentuk kerja sama tertulis agar mekanismenya jelas dan berkelanjutan,” ujar Restu.

Ia menambahkan, Dishub siap menindaklanjuti bentuk dukungan yang memungkinkan, baik dari sisi penyediaan fasilitas transportasi, koordinasi dengan moda transportasi umum, maupun dukungan administratif yang diperlukan.

"Sinergi ini merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif,"tuturnya.

Sementara itu, Karutan Pekalongan Nanang Adi Susanto menjelaskan bahwa, inovasi Manji Keren merupakan wujud komitmen Rutan dalam memastikan hak-hak warga binaan dapat terpenuhi dengan layak, termasuk hak memperoleh kemudahan reintegrasi sosial. Program ini menyasar Warga Binaan yang mendapatkan hak Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), serta kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

"Melalui Manji Keren, kami ingin memastikan proses kepulangan dan reintegrasi sosial warga binaan dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan manusiawi. Tidak hanya antar-jemput di wilayah lokal, kami juga berharap ada dukungan Dishub untuk membantu tiket pulang gratis bagi mereka yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah,” terang Karutan Nanang.

Ia menegaskan bahwa, keberadaan layanan ini menjadi bentuk nyata dari transformasi pelayanan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan sosial.

"Inovasi tersebut juga mendukung misi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan warga binaan,"terangnya.

Pertemuan koordinasi ini juga dihadiri oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh, yang turut memaparkan mekanisme pelaksanaan Manji Keren, mulai dari proses pendataan penerima layanan, pengaturan jadwal antar-jemput, hingga pelaporan kegiatan. Anang menambahkan bahwa, sinergi dengan Dishub menjadi penting untuk memperluas jangkauan layanan dan memastikan keselamatan warga binaan selama proses perjalanan.

"Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap dapat bersama-sama menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berkelanjutan, efisien, dan berkeadilan sosial. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat nilai kemanusiaan di sektor pemasyarakatan sekaligus mendukung misi Pemkot Pekalongan dalam membangun kota yang ramah, inklusif, dan peduli terhadap semua lapisan masyarakat,"tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)