[ 2025-10-06 ]
“Manji Keren” Diluncurkan, Inovasi Rutan Pekalongan Antar Jemput WBP dan Kelompok Rentan
Kota Pekalongan – Rutan Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satunya dengan meluncurkan inovasi terbaru bertajuk “Manji Keren” atau Mobil Antar Jemput Warga Binaan Integrasi dan Kelompok Rentan, pada Jumat (3/10/2025). Inovasi ini menjadi langkah progresif Rutan dalam mewujudkan layanan pemasyarakatan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menjelaskan bahwa, program Manji Keren merupakan salah satu bentuk terobosan pelayanan berbasis empati yang memfasilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang memperoleh hak integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), maupun bebas murni, agar dapat pulang dengan aman dan bermartabat.
"Selain itu, layanan ini juga dirancang untuk kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta keluarga WBP yang kesulitan akses transportasi untuk datang ke Rutan,"ungkap Karutan Nanang.
Menurutnya, mobil Manji Keren beroperasi secara fleksibel, siap menjemput atau mengantar sesuai kebutuhan, sehingga menjadi wujud nyata perhatian Rutan terhadap aspek kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan.
Disampaikan Karutan Nanang, inovasi Manji Keren adalah bentuk nyata komitmen Rutan Pekalongan dalam menghadirkan pelayanan prima, tidak hanya untuk WBP yang mendapat hak integrasi, tetapi juga bagi keluarga yang termasuk kelompok rentan.
"Kami ingin memastikan setiap layanan pemasyarakatan lebih dekat, lebih mudah, dan lebih manusiawi,” ujarnya.
Sebagai simbol peluncuran, pada hari peresmian tersebut satu orang narapidana yang bebas murni diantar langsung ke rumahnya menggunakan mobil layanan Manji Keren. Momen ini menjadi potret nyata penerapan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang diusung oleh jajaran Rutan Pekalongan.
Peluncuran Manji Keren juga diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk keluarga WBP dan masyarakat sekitar. Mereka menilai, program ini tidak hanya membantu secara praktis, tetapi juga menghadirkan kehangatan emosional antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat.
“Biasanya keluarga kami kesulitan menjemput karena tidak punya kendaraan. Sekarang dengan adanya mobil ini, semuanya jadi lebih mudah. Kami sangat berterima kasih,” tukas salah satu keluarga WBP dengan penuh haru.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)