Details Foto


Rutan Pekalongan Kembangkan Posnik Lodji

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-02 ]

Pertanian Berkelanjutan, Rutan Pekalongan Kembangkan Posnik Lodji

Kota Pekalongan – Upaya pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIA Pekalongan terus diarahkan pada kegiatan yang produktif, bermanfaat, sekaligus ramah lingkungan.

Kasubsie Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, membina langsung para WBP dalam praktik pembuatan Kompos Organik (Posnik) Lodji di area pertanian rutan, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, Posnik Lodji merupakan inovasi pertanian berkelanjutan yang sudah dikembangkan sejak tiga tahun terakhir. Program ini lahir dari keterbatasan pupuk kimia untuk lahan pertanian rutan, sehingga memanfaatkan limbah organik dari dapur dan sisa panen sayuran.

"Limbah yang semula dianggap tidak berguna kini diolah menjadi pupuk berkualitas, yang mampu menyuburkan lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ucapnya.

Eko menjelaskan, proses pembuatannya cukup sederhana, namun memerlukan ketelatenan. Sisa limbah dapur dan panen dirajang kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke dalam wadah seperti ember atau dandang. Selanjutnya, bahan tersebut dicampur cairan Effective Microorganisms 4 (EM4) untuk mempercepat penguraian.

"Setiap minggu adonan kompos diaduk hingga merata, dan dalam waktu 3–4 minggu, pupuk organik siap digunakan untuk memperkaya tanah pertanian rutan," ungkapnya.

Eko menerangkan, program Posnik Lodji menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam Rutan tidak hanya menitikberatkan pada pemberian keterampilan semata, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

"Dengan Posnik Lodji, warga binaan tidak hanya belajar mengelola sampah organik, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang bisa mereka terapkan ketika kembali ke masyarakat. Ini bentuk nyata pemasyarakatan yang produktif, ramah lingkungan, dan bermanfaat,” bebernya.


Lebih lanjut, kata Eko, tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pupuk organik di lingkungan rutan, inovasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan untuk memahami pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Setiap WBP yang terlibat tidak hanya bekerja mengolah sampah, tetapi juga diajak untuk memahami filosofi keberlanjutan dalam pertanian.

Melalui program ini, lanjutnya, ia ingin mengembangkan pertanian yang mandiri sekaligus mendidik warga binaan untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam. Hasil pertanian dengan pupuk Posnik Lodji pun semakin baik, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan internal rutan.

"Harapannya, keterampilan yang diperoleh WBP tidak berhenti saat mereka menjalani masa pidana. Setelah bebas nanti, mereka bisa mengembangkan kemampuan tersebut sebagai peluang usaha di tengah masyarakat, baik dengan membuka lahan pertanian organik maupun memproduksi pupuk kompos yang bernilai ekonomi," tukasnya.

 

(Tim Liputan Kominfo/Dian)