[ 2025-10-02 ]
Teguh Suroso Resmi Pimpin Lapas Pekalongan, Siap Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Kota Pekalongan – Tongkat estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan resmi berganti. Teguh Suroso kini dipercaya menahkodai Lapas Pekalongan menggantikan Ika Prihadi Nusantara yang memasuki masa purnatugas. Prosesi pisah sambut berlangsung hangat dan penuh keakraban di Aula Lapas, Selasa (30/9/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Teguh Suroso menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Sebelum menjabat sebagai Kepala Lapas Pekalongan, dirinya lebih dulu bertugas sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan. Dengan pengalaman panjang di bidang pemasyarakatan, ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program positif yang sudah berjalan di bawah kepemimpinan sebelumnya, sekaligus menghadirkan inovasi baru agar pembinaan bagi warga binaan semakin maksimal.
“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembinaan. Saya ingin memastikan setiap warga binaan mendapat kesempatan memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Kami juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar hasil pembinaan bisa dirasakan nyata,” ujar Teguh.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, yang akrab disapa Wali Kota Aaf, turut hadir memberikan ucapan selamat sekaligus dukungan kepada pimpinan baru Lapas Pekalongan. Dalam kesempatan itu, ia mendorong agar setiap hari Jumat para pegawai Lapas mengenakan sarung batik khas Pekalongan. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya simbol identitas Kota Batik, tetapi juga bentuk nyata dukungan bagi pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan UMKM lokal.
“Dengan menggunakan sarung batik, kita bisa menunjukkan kebanggaan terhadap budaya sekaligus membantu ekonomi para pengrajin. Semoga Lapas Pekalongan di bawah kepemimpinan Pak Teguh bisa semakin berkontribusi bagi kemajuan Kota Pekalongan,” ungkap Aaf.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, dalam arahannya mengapresiasi semangat baru di Lapas Pekalongan. Mardi bahkan mengajak Wali Kota Pekalongan untuk berkunjung ke Nusakambangan guna melihat langsung program ketahanan pangan yang dikelola sebagai bagian dari pembinaan narapidana. Mardi menyebut, pola pembinaan berbasis kemandirian seperti itu bisa menjadi inspirasi untuk dikembangkan di Lapas Kelas IIA Pekalongan.
“Lapas tidak boleh hanya berorientasi pada pengawasan semata, tetapi juga harus mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya bisa melalui pengembangan sentra batik warga binaan, sehingga produk mereka memiliki nilai tambah dan menjadi bagian dari identitas Pekalongan,” jelas Mardi.
Disampaikan Mardi, acara pisah sambut yang berlangsung khidmat sekaligus penuh kekeluargaan ini diharapkan menjadi awal kepemimpinan baru yang lebih produktif, bersinergi, dan inovatif.
"Dengan komitmen bersama, Lapas Pekalongan diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga mampu menjadi mitra pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya di Kota Pekalongan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)