Details Foto


Pemkot Pekalongan Perkuat Pengawasan MBG Demi Keamanan Konsumsi Anak Sekolah

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-10-01 ]

Pemkot Pekalongan Perkuat Pengawasan MBG Demi Keamanan Konsumsi Anak Sekolah

Kota Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan monitoring bersama Tim Satgas Pengawasan MBG yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Sugiyo didampingi Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa), Lili Sulistyawati beserta jajarannya, Selasa (30/9/2025). Sebelumnya pengawasan telah lakukan pada Bulan April dan Juni.

Saat ditemui di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sapuro Kebulen, Sugiyo menjelaskan bahwa tugas utama tim pengawas adalah memastikan tidak muncul persoalan dalam penyelenggaraan program, khususnya yang menyasar anak-anak sekolah. “Tujuan MBG adalah agar tidak terjadi permasalahan dalam penyelenggaraan, khususnya terhadap anak-anak sekolah. Kasus-kasus yang terjadi selama ini di berbagai daerah cukup mengkhawatirkan. Dengan pengawasan ini, kami harapkan hal serupa tidak muncul di Kota Pekalongan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan sepenuhnya mendukung pelaksanaan MBG, mulai dari penyediaan, distribusi, hingga aspek keamanan pangan. “Pemkot sangat support terhadap penyelenggaraan MBG. Pengawasan menjadi hal penting karena kami sangat mendukung program ini. Potensi masalah kecil, insyaallah sudah kami antisipasi sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam pengawasan tersebut, Tim Satgas melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik, kebersihan, hingga bahan makanan yang digunakan. “Alhamdulillah secara fisik dan hygiene dapur sudah baik. Untuk bahan baku kering kualitasnya sangat bagus. Namun bahan segar seperti sayur dan buah memang belum kita lihat langsung karena sudah diolah semua. Karena itu kami membawa sedikit sampel stok bahan segar yang masih ada untuk diuji lebih lanjut,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pengujian dilakukan bersama Dinperpa sebagai bagian dari upaya identifikasi dan pengawasan kualitas. “Pengujian ini untuk memastikan bahan pangan tidak mengandung pestisida, pengawet, atau residu lain yang bisa berdampak pada kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Lili yang turut mendampingi kegiatan monitoring menyampaikan bahwa pengawasan keamanan bahan pangan menjadi kewajiban pihaknya, termasuk dalam program MBG. “Alhamdulillah, kami bersama Asisten II memantau langsung SPPG yang ada di Kota Pekalongan. Dinperpa berkewajiban memantau keamanan bahan pangan atau bahan bakunya,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa kebersihan lokasi pengolahan dinilai sudah baik. Namun untuk memastikan keamanan, tim mengambil sampel bahan mentah untuk diuji di laboratorium. “Kami ambil sampel bahan baku untuk diuji kandungan formalin, pestisida, rhodamin, atau bahan tambahan pangan berbahaya lainnya. Selain itu, kami memberikan edukasi kepada pengelola SPPG supaya jeli dan bijak memilih bahan baku yang aman dikonsumsi,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada keamanan pangan, Dinperpa juga mendorong pemanfaatan bahan lokal guna meningkatkan kualitas gizi sekaligus menekan biaya operasional. “Kami harapkan bahan baku diambil dari produk lokal Kota Pekalongan. Kota ini produsen ikan, dan itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin agar biaya operasional lebih terjangkau, kualitasnya bagus, dan kandungan gizinya tinggi,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemenuhan standar kelayakan dalam pengolahan pangan oleh penyedia MBG. “Kami harapkan SPPG bisa memenuhi kelayakan SLHS serta sertifikasi halal. Itu menjadi persyaratan penting agar proses pengolahan mulai dari hulu hingga hilir bisa terjamin keamanan pangannya,” tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas dinas dan pemantauan langsung di lapangan, Pemkot Pekalongan ingin memastikan bahwa program MBG tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan. Pengawasan bahan pangan segar, edukasi kepada pengelola, uji laboratorium, serta dorongan terhadap pemanfaatan bahan lokal menjadi langkah strategis yang terus diperkuat.

Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan MBG di Kota Pekalongan dapat menjadi contoh penyelenggaraan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi daerah lain.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)