[ 2025-10-01 ]
Dorong Indeks Pembangunan Statistik, BPS Kota Pekalongan Gelar Pembinaan Tahap Akhir
Kota Pekalongan – Kualitas data menjadi kunci kebijakan publik yang tepat sasaran. Melihat hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menyelenggarakan Pembinaan Statistik Sektoral Terpadu sebagai rangkaian ke tiga dari inovasi Bistik Kaldu (Pembinaan Statistik Sektoral Terpadu). Kegiatan berlangsung di Aula BPKAD Kota Pekalongan, Selasa (30/9/2025), diikuti oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai produsen data.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahap terakhir dari tiga rangkaian pembinaan yang telah dilaksanakan tahun ini. Fokus pembinaan mencakup penyelesaian domain yang menjadi indikator dalam evaluasi pembinaan statistik sektoral.
"Kami berharap melalui pembinaan ini dapat meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik Kota Pekalongan. Sebelumnya, pola pembinaan dilakukan secara massal dari OPD ke OPD atau dengan mengumpulkan banyak OPD sekaligus. Kali ini kami melakukan pemetaan yang lebih terarah, memberikan pembinaan kepada beberapa OPD secara bertahap dan lebih intens sehingga kualitasnya lebih matang," jelasnya.
Menurutnya, pembinaan kali ini juga diarahkan agar setiap OPD mampu melakukan penilaian mandiri terhadap pelaksanaan statistik sektoral. Evaluasi tersebut akan menggambarkan capaian Indeks Pembangunan Statistik (IPS) masing-masing OPD dan tingkat kematangannya dalam pengelolaan data.
Dijelaskan Hayu, saat ini baru dua kali penilaian mandiri dilakukan, dan belum seluruh OPD menyelesaikannya. Setelah seluruh penilaian mandiri tuntas, pihaknya bisa memetakan tingkat maturitas tiap OPD, mana yang sudah optimal dan mana yang bisa kita jadikan lokus untuk evaluasi pembinaan pada tahun 2026.
Sebagai tindak lanjut, dikatakan Hayu, BPS akan membuka batch kedua pembinaan. Dari hasil pembinaan tersebut, akan dipilih dua OPD yang akan ditetapkan sebagai lokus evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral tahun 2026.
Ia menambahkan pada pembinaan ketiga ini, terdapat dua domain terakhir yang akan dibahas, yaitu terkait kelembagaan dan statistik nasional. Domain ini tidak hanya menyangkut OPD sebagai produsen data, tetapi juga kolaborasi dengan wali data serta Forum Satu Data Indonesia (FGI).
Melalui inovasi Bistik Kaldu, diharapkan memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral secara terpadu dan berkelanjutan, sekaligus mendukung optimalisasi data yang dihasilkan perangkat daerah dan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keterpaduan, keterbukaan, dan standar data sektoral Pemerintah Kota Pekalongan.
Dengan berakhirnya rangkaian pembinaan tahap pertama tahun ini, BPS optimistis capaian IPS Kota Pekalongan akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral pada 2026.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)