Details Foto


Wawalkot Balgis Dorong Penguatan Pembinaan Keluarga

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-29 ]

Buka Musda ke-III BP4 Kota Pekalongan, Wawalkot Balgis Dorong Penguatan Pembinaan Keluarga

Kota Pekalongan – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekalongan, yang berlangsung di Aula Bapperida Kota Pekalongan pada Senin (29/9/2025). Musda kali ini mengusung tema “Perkuat Komitmen Membangun Kebersamaan, Mewujudkan Keluarga Bahagia”.

Wawalkot Balgis menyampaikan bahwa, Musda ke-III ini diharapkan menjadi momentum bagi BP4 Kota Pekalongan untuk semakin memperkuat komitmen dalam mengatasi berbagai permasalahan keluarga. Melalui peran penasihat perkawinan dan konseling bagi pasangan pra nikah, BP4 diharapkan mampu memberikan bimbingan yang menyeluruh agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

“Permasalahan dalam pernikahan itu kompleks, tidak hanya sebatas persiapan pra nikah. Faktor sosial, ekonomi, kesehatan, hingga masalah anak stunting sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. Oleh karena itu, BP4 harus hadir dengan bimbingan yang sesuai arahan agar perkawinan diawali dengan persiapan matang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran BP4 tidak hanya penting dalam menangani persoalan pasangan yang hendak menikah, namun juga dalam mendampingi keluarga pasca menikah.

“Saya juga baru tahu ketika hadir di sini, jika ada dorongan agar Saya didaulat menjadi ketua. Saya tidak pernah meminta, tapi jika diamanahi, Saya siap menerima. Karena Saya melihat peran BP4 sangat kuat kaitannya dengan program pemerintah, baik program KB, penanganan stunting, maupun pembinaan keluarga lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, menekankan pentingnya peran BP4 dalam pembinaan generasi muda. Menurutnya, pembinaan pernikahan tidak hanya dilakukan saat pra nikah melalui program bimbingan khusus calon pengantin (Suscatin), tetapi juga harus berlanjut pasca pernikahan.

“Permasalahan rumah tangga pasti ada, dan itu harus diantisipasi sejak dini. Apalagi tren pernikahan di Indonesia sejak tahun 2018 hingga 2024 justru mengalami penurunan signifikan sekitar 25 persen, sementara angka perceraian justru meningkat hingga 40 persen,” jelas Kasiman.

Data menunjukkan, pada tahun 2018 jumlah pernikahan tercatat lebih dari 2 juta pasangan. Namun, angka tersebut menurun drastis hingga mencapai 1,5 juta pada tahun 2024. Di sisi lain, kasus perceraian meningkat dari 225 ribu pada 2021 menjadi lebih dari 500 ribu kasus pada 2024.

“Ini menjadi keprihatinan bersama. Faktor ekonomi, kecenderungan menikah siri, hingga minimnya kesiapan mental dan spiritual menjadi penyebab yang harus kita tangani bersama,” tambahnya.

Kasiman menilai, sosok Hj. Balgis Diab sebagai Wakil Wali Kota sekaligus tokoh teladan akan mampu menggerakkan sinergi antara BP4 dengan pemerintah daerah.

“Dengan kepemimpinan beliau, kami optimis BP4 bisa lebih kuat dalam mengkomunikasikan dan mengintegrasikan program-program pemerintah yang terkait dengan pembinaan keluarga,” katanya.

Lanjutnya, melalui Musda ini, diharapkan lahir kepengurusan BP4 Kota Pekalongan yang solid dan mampu menjalankan program-program strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga.

"Sinergi antara BP4, pemerintah daerah, Kemenag, dan masyarakat luas diyakini menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang siap berumah tangga dengan baik serta menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)