[ 2025-09-29 ]
Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Pekalongan Panen Ayam Potong dari Program Peternakan Mandiri
Kota Pekalongan – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui program pembinaan kemandirian warga binaan. Pada Kamis (25/9/2025), sebanyak 30 ekor ayam potong dengan bobot rata-rata 1,5 kilogram berhasil dipanen dari kandang peternakan mandiri yang dikelola oleh rutan bersama warga binaan.
Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kasubsie Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, serta melibatkan sejumlah warga binaan yang ikut berpartisipasi dalam proses pemeliharaan ayam sejak awal. Suasana penuh semangat tampak mewarnai kegiatan panen, di mana warga binaan tidak hanya sekadar membantu, tetapi juga belajar langsung bagaimana beternak ayam dengan metode yang benar.
Menurut Karutan Nanang, hasil panen ayam potong ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan Bama (Bahan Makanan) dapur rutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menekan biaya kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi langkah nyata Rutan Pekalongan dalam mendukung ketahanan pangan secara mandiri.
“Peternakan ayam ini tidak hanya mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis agar siap kembali ke masyarakat dan berkontribusi positif,” ujar Karutam Nanang.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa, program ini menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan belajar teknik pemeliharaan, pencegahan penyakit, hingga cara panen yang tepat, para warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal usaha selepas menjalani masa hukuman.
"Harapannya, mereka mampu mandiri secara ekonomi sekaligus lebih percaya diri dalam beradaptasi kembali di tengah masyarakat,"terangnya.
Kasubsie Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, menambahkan bahwa, program peternakan mandiri ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab bagi warga binaan.
“Mereka belajar bahwa merawat hewan membutuhkan ketelatenan, kesabaran, dan kerja keras. Nilai-nilai inilah yang penting untuk membentuk karakter yang lebih baik,” jelas Eko.
Eko menilai, inisiatif peternakan mandiri di Rutan Pekalongan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui langkah produktif di bidang pangan, Rutan Pekalongan berupaya menghadirkan kontribusi nyata mulai dari penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan keterampilan warga binaan, hingga pembentukan karakter yang siap berintegrasi kembali ke masyarakat.
" Program ini diharapkan terus berkembang, baik dari segi skala produksi maupun diversifikasi usaha, seperti peternakan lainnya atau pengolahan hasil ternak, sehingga manfaat yang dirasakan semakin luas," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)