[ 2025-09-24 ]
Pemulihan Lahan Sawah Pesisir Wujudkan Swasembada Pangan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan - Upaya pemulihan lahan pertanian di wilayah pesisir Kota Pekalongan kini membuahkan hasil nyata. Lahan sawah di Kecamatan Pekalongan Utara, yang sebelumnya selama bertahun-tahun tidak bisa ditanami akibat tergenang rob, secara bertahap berhasil dipulihkan dan kembali produktif.
Setelah tanggul rob selesai dibangun pada akhir tahun 2023, kondisi lahan berangsur mengering. Pemerintah Kota Pekalongan memanfaatkan momentum ini dengan menghidupkan kembali fungsi sawah sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional swasembada pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati saat ditemui dir ruang kerjanya belum lama ini menjelaskan bahwa sebagai langkah awal, pada tahun 2024 dilakukan percobaan lahan demplot seluas 1,3 hektare. Percobaan tersebut menggandeng Balai Riset dan Pengembangan Pertanian (BRNP) Bogor untuk menguji varietas padi yang tahan terhadap salinitas tinggi.
Hasilnya cukup menggembirakan. Meskipun kadar garam tanah (TDS) di wilayah pesisir Pekalongan Utara relatif tinggi, varietas padi tersebut tetap dapat tumbuh dan menghasilkan panen, meski belum sepenuhnya optimal.
“Alhamdulillah, percobaan pertama membuktikan lahan yang lama tergenang rob masih bisa ditanami padi. Ini menjadi titik balik semangat para petani untuk kembali menggarap sawah mereka,” jelasnya.
Keberhasilan uji coba tersebut menumbuhkan optimisme. Dikatakan Lili, antusiasme petani terus meningkat, sehingga luas lahan yang ditanami padi berkembang pesat. Kini, total area sawah di Pekalongan Utara telah mencapai 44 hektare yang dikelola langsung oleh kelompok petani setempat.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya berhenti pada pendampingan teknis, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung pengelolaan pertanian modern, di antaranya alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor untuk pengolahan lahan, sarana produksi (saprodi) berupa pupuk dan pestisida, fasilitas panen melalui combine harvester dan benih unggul adaptif terhadap lahan dengan tingkat salinitas tinggi.
Semua dukungan ini diberikan untuk memastikan keberlanjutan pengembangan sawah di wilayah pesisir, sekaligus meringankan beban petani dalam proses budidaya. Keberhasilan pemulihan lahan sawah di Pekalongan Utara tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga riset, hingga para petani. Semangat kebersamaan inilah yang membuat program berjalan lebih cepat dan terarah.
“Dengan kerja sama dan dukungan semua pihak, termasuk BRNP Bogor, petani kini lebih percaya diri. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Kota Pekalongan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sebagaimana arahan Presiden agar seluruh daerah berperan aktif dalam mewujudkan swasembada pangan,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemulihan sawah di Kecamatan Pekalongan Utara tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan lokal, tetapi juga membuktikan bahwa lahan pesisir yang terdampak rob masih memiliki potensi besar untuk dikelola secara berkelanjutan dengan pendekatan teknologi dan inovasi pertanian.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)