Details Foto


Perkuat Upaya Pencegahan Kematian Ibu-Balita, Saber AKI/AKB terus Digenjot

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-24 ]

Perkuat Upaya Pencegahan Kematian Ibu-Balita, Saber AKI/AKB terus Digenjot 

Kota Pekalongan - Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi balita (AKB), Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggenjot kegiatan Sapu Bersih AKI/AKB (Saber AKI/AKB). Salah satunya, digelar pada Selasa (23/9/2025) di dua Kecamatan, yaitu Puskesmas Noyontaan dan Puskesmas Pekalongan Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi, Devi Hardiyanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya kasus kematian ibu hamil dan balita di Kota Pekalongan. Menurutnya, pencegahan dini sangat penting agar risiko kesehatan tidak berkembang menjadi kondisi gawat darurat.

“Saber AKI/AKB hadir sebagai inovasi kami untuk meminimalkan risiko kematian ibu dan balita. Kegiatan ini fokus pada deteksi dini faktor risiko sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan. Dengan cara ini, peluang keselamatan ibu maupun bayi akan jauh lebih besar,” terangnya.

Devi menyebutkan pelaksanaan Saber AKI/AKB di dua fasilitas kesehatan ini menyasar 20 ibu hamil dan 30 bayi balita. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim kesehatan dengan menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis Obgyn.

Skrining meliputi pemeriksaan kondisi fisik, status gizi, serta identifikasi tanda-tanda risiko kesehatan. Untuk tindaklanjut, Devi mengungkapkan bahwa hasil kegiatan ini ditemukan beberapa kasus anemia pada balita. Mereka yang mengalami anemia berat maupun gizi buruk langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Adapun balita dengan kondisi anemia ringan hingga sedang diberikan intervensi berupa suplementasi zat gizi.

Sementara itu, pada peserta ibu hamil, untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, ibu hamil tersebut segera dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Sedangkan mereka yang hanya membutuhkan pemantauan tetap mendapatkan pengawasan rutin di puskesmas wilayah masing-masing.

Ia menambahkan, setiap bulan, satu puskesmas di Kecamatan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan, sehingga dalam satu tahun seluruh kecamatan dapat memperoleh manfaat Saber AKI/AKB.

Dalam kesempatan ini, ia memberikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan orang tua balita. Ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan, baik di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya. Jika muncul tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, atau masa nifas, masyarakat diimbau segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditangani lebih cepat.

Begitupun balita sebaiknya dipantau pertumbuhannya setiap bulan melalui posyandu atau fasilitas kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan tumbuh kembang berjalan optimal serta mencegah keterlambatan penanganan apabila ditemukan masalah kesehatan.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)