[ 2025-09-10 ]
Kota Pekalongan Gelar Olimpiade Madrasah Indonesia 2025, Ratusan Peserta Adu Prestasi Sains
Kota Pekalongan - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan resmi menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat Kota Pekalongan pada 9–11 September di MAN 1 Kota Pekalongan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun ini kompetisi disebut OMI sedangkan di tahun sebelumnya disebut Kompetisi Sains Madrasah, namun tetap berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan peserta didik.
Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky menegaskan bahwa OMI bukan sekadar perlombaan rutin, melainkan ajang strategis untuk mengukur kemampuan siswa. “Intinya sama, kompetisi yang dilaksanakan Kemenag secara berjenjang mulai dari kabupaten/kota hingga provinsi, lalu dipertandingkan di tingkat nasional. Pesertanya dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA dengan bidang matematika, IPA, sosial, dan seluruh mapel yang terintegrasi dengan agama,” jelasnya saat ditemui pada pembukaan OMI 2025 di MAN 1 Kota Pekalongan, Selasa (9/9/2025).
Ia menyebutkan bahwa tahun ini jumlah peserta cukup besar, yaitu 129 siswa SD/MI, 91 siswa SMP/MTs, dan 113 siswa SMA/MA, dengan total 333 peserta. “Dari sini kita memperoleh gambaran, apakah siswa-siswi kita mampu bersaing dengan daerah lain atau tidak. Yang terpenting, anak-anak bisa memahami materi dengan baik. Harapan saya, mereka dapat mengulang prestasi tahun-tahun lalu, karena setiap tahun Kota Pekalongan selalu meraih hasil di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pekalongan, Jaelani menambahkan bahwa seluruh lomba dipusatkan di satu titik lokasi, MAN 1 Kota Pekalongan.
OMI tingkat kota dilaksanakan tiga hari, tanggal 9 sampai 11 September. Peserta dari semua jenjang hadir di lokasi ini. Untuk tingkat MI dan SD diujikan Matematika dan IPAS, tingkat MTs dan SMP antara lain Matematika, IPA, IPS, sedangkan tingkat MA dan SMA ada 6 mata pelajaran diantaranya Matematika, Geografi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Biologi.
Menurutnya, setiap mata pelajaran akan menghasilkan satu juara yang nantinya maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah sekitar satu bulan kemudian. “Harapannya seluruh jenjang bisa benar-benar menguasai sains, riset, dan pengetahuan. Kami ingin madrasah membuktikan diri bahwa bisa berprestasi tidak hanya di kota, tetapi juga provinsi bahkan nasional,” tandasnya.
Lebih lanjut, salah satu madrasah yang mengirim peserta adalah MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan. M. Rosyid, pendamping OMI dari sekolah tersebut, menyampaikan bahwa ada 18 siswa yang ikut, masing-masing tiga siswa di enam bidang lomba. “Persiapan Alhamdulillah lancar. Dimulai dari seleksi di madrasah masing-masing, lalu pembimbingan guru mata pelajaran. Anak-anak sangat antusias, bahkan sudah menunggu sejak proses seleksi sampai tes,” tuturnya.
Mengenai target, ia menegaskan semangat untuk melangkah lebih jauh. “Tentu target kami bisa sampai nasional, sesuai harapan Kemenag Kota Pekalongan. Tahun lalu sebenarnya sudah sampai nasional di bidang fisika, hanya saja belum beruntung. Tahun ini semoga lebih baik,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)