[ 2025-09-08 ]
Gelar Jalan Kerukunan, Ribuan Warga Lintas Agama Tolak Anarkisme
Kota Pekalongan – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Jalan Kerukunan pada Jumat pagi (5/9/2025). Acara yang berlangsung damai ini dipusatkan di halaman Gereja Santo Petrus Loji dan diikuti sekitar 1.200 warga dari berbagai lintas agama. Kegiatan dikemas melalui jalan sehat bersama, doa lintas iman, serta pembacaan pernyataan sikap menolak segala bentuk anarkisme dan kekerasan.
Pimpinan Paroki Gereja Santo Petrus, Romo Suratman, mengungkapkan bahwa, kegiatan tersebut awalnya dipersiapkan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-95 Paroki Santo Petrus. Namun, melihat situasi nasional yang tengah rawan dengan berbagai potensi konflik dan kekerasan, pihaknya bersama FKUB memutuskan untuk mengalihkan fokus acara menjadi aksi damai.
“Kemarin Saya sempat koordinasi dengan Bapak Wali Kota, lalu disarankan supaya melibatkan Forkopimda. Dalam acara ini juga ada doa bersama dan pernyataan sikap. Harapannya, dengan kegiatan seperti ini, di Kota Pekalongan, kita bersama-sama bisa terus membangun kota yang nyaman, aman, dan kondusif,” ujar Romo Suratman.
Ia menegaskan bahwa, kehadiran ribuan peserta lintas agama menunjukkan kekuatan masyarakat Kota Pekalongan yang menolak kekerasan dan segala bentuk anarkisme. Menurutnya, Jalan sehat kerukunan ini sekaligus menjadi sarana untuk berdoa bersama bagi bangsa dan membuat pernyataan menentang kekerasan.
"Kita dari berbagai agama pada dasarnya memiliki kepedulian untuk membangun kebaikan bersama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Romo Suratman menekankan pentingnya semangat kebersamaan antarumat beragama di tengah kondisi sosial yang penuh tantangan.
"Kami turut prihatin dengan segala bentuk anarkisme dan kekerasan yang terjadi di berbagai daerah. Harapannya, Kota Pekalongan ke depan semakin damai, aman, dan kondusif,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Pekalongan, Kyai Marzuki, memberikan apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan warga dalam kegiatan ini. Ia menilai, momentum Jalan Kerukunan menjadi simbol nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk berjalan bersama dalam mewujudkan kerukunan.
“Menurut Saya kegiatan ini luar biasa. Alangkah indahnya hari ini kita bisa jalan bersama, ngopi bersama. Intinya kita bisa rukun, dengan kegiatan bersama ini sungguh sangat luar biasa,” kata Kyai Marzuki.
Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ribuan warga tampak antusias mengikuti jalan sehat yang diakhiri dengan doa lintas iman, di mana para tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu membacakan doa sesuai ajaran masing-masing. Kegiatan ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama yang menegaskan komitmen seluruh umat beragama di Kota Pekalongan untuk menolak kekerasan dan terus menjaga kerukunan.
"Melalui Jalan Kerukunan ini, FKUB dan masyarakat lintas iman di Kota Pekalongan mengirim pesan kuat kepada bangsa bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan potensi besar untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)