Details Foto


PMI Dorong Partisipasi Masyarakat Penuhi Stok Darah

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-03 ]

Apresiasi Pendonor Darah, PMI Dorong Partisipasi Masyarakat Penuhi Stok Darah

Kota Pekalongan – Unit Pelaksana Donor (UPD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pendonor darah sukarela sesuai dengan kategori jumlah donor yang telah dilakukan.

Humas dan Manajemen Sistem pada UPD PMI Kota Pekalongan, Aji Putro Prakoso, menjelaskan bahwa, penghargaan diberikan secara bertahap mulai dari pendonor yang mencapai 10 kali, 25 kali, 50 kali, 75 kali, hingga apresiasi tertinggi untuk mereka yang berhasil mendonorkan darah sebanyak 100 kali. Khusus untuk penghargaan 100 kali donor, para pendonor akan diajukan ke PMI Pusat untuk mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia bersama pendonor darah lain di seluruh Indonesia.

“Untuk kategori 10 dan 25 kali donor, penghargaan dikelola langsung oleh UPD PMI Kota Pekalongan. Pendonor bisa memilih souvenir sebagai bentuk apresiasi, seperti tumbler atau kaos. Kami sudah menyiapkan link khusus di akun Instagram PMI Kota Pekalongan, sehingga para pendonor yang merasa sudah mencapai jumlah tersebut bisa langsung mengisi form dan diverifikasi,” terang Aji, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (3/9/2025).

Sementara itu, bagi pendonor yang telah mencapai 50 hingga 75 kali donor, apresiasi diberikan secara serentak oleh PMI Jawa Tengah. Tahun ini, kegiatan penyerahan penghargaan telah digelar pada 7 Agustus 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. UPD PMI Kota Pekalongan memberangkatkan sebanyak 45 orang untuk kategori 50 kali donor dan 8 orang untuk kategori 75 kali donor.

“Jumlah peserta yang kami berangkatkan tahun ini meningkat signifikan, hampir dua kali lipat dari biasanya. Biasanya sekitar 25 orang, namun kali ini ada 53 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Kota Pekalongan dalam berdonor darah semakin tinggi,” tambahnya.

Selain memberikan apresiasi, PMI Kota Pekalongan juga terus mengajak masyarakat yang sudah waktunya donor untuk segera datang mendonorkan darah. Menurutnya, darah tidak bisa diproduksi secara massal dan hingga kini belum ada penggantinya, sehingga hanya bisa didapatkan dari manusia itu sendiri.

Adapun kondisi stok darah per Rabu, 9 September 2025, tercatat Whole Blood (WB): Golongan darah A sebanyak 44 kantong, B 108 kantong, O 150 kantong, AB 16 kantong. Untuk Packed Red Cell (PRC) Golongan darah A sebanyak 38 kantong, B 68 kantong, O 65 kantong, AB 11 kantong. Sementara, Trombocyte Concentrate (TC) komponen darah A sebanyak 7 kantong, B 5 kantong, O 7 kantong, AB 1 kantong.Sedangkan, Fresh Frozen Plasma (FFP) komponen darah A sebanyak 9 kantong, B 11 kantong, O 5 kantong, AB 4 kantong.

Berdasarkan jumlah tersebut, stok darah golongan O dan B masih mencukupi hingga 5 hari ke depan. Namun, untuk golongan darah A yang jumlahnya di bawah 50 kantong, persediaan diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan 2–3 hari.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat bisa segera melakukan donor. Apalagi kebutuhan darah tidak bisa ditunda dan sangat vital untuk menolong nyawa pasien,” tutur Aji.

Lebih lanjut, Aji menyampaikan bahwa, kegiatan donor darah mobile PMI Kota Pekalongan belum terlalu aktif pada pekan ini akibat insiden aksi anarkis yang sempat terjadi di Kota Pekalongan. Namun, pihaknya memastikan bahwa mulai pekan depan, kegiatan mobilisasi donor darah akan kembali digiatkan untuk menjaga ketersediaan stok darah.

"Dengan adanya penghargaan bagi para pendonor darah, kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat. Bagi warga Kota Pekalongan yang belum pernah mendonor, kesempatan untuk ikut berkontribusi selalu terbuka. Sebab, setiap tetes darah yang diberikan, berarti menyelamatkan nyawa orang lain,” pungkas Aji.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)