Details Foto


Warga Binaan Lapas Ikuti Pengisian Indeks Kualitas Hidup WHO QoL

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-01 ]

Perkuat Program Rehabilitasi, Warga Binaan Lapas Ikuti Pengisian Indeks Kualitas Hidup WHO QoL 

Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program rehabilitasi bagi warga binaan, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Pengisian Indeks Kualitas Hidup WHO Quality of Life (WHO QoL) dan Penyuluhan Pencegahan Adiksi yang berlangsung di Ruang Perpustakaan Lapas, Rabu (27/8/2025). 

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.30 WIB, dimana kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program rehabilitasi pemasyarakatan yang tengah digalakkan. 

Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Ika Prihadi Nusantara, menyampaikan bahwa, kegiatan ini memiliki tujuan dua hal sekaligus. Yakni, pertama, melalui pengisian Indeks Kualitas Hidup WHO QoL tahap awal, Lapas dapat memperoleh data kuantitatif mengenai persepsi kualitas hidup para peserta rehabilitasi. Indeks ini mencakup aspek kesehatan fisik, kondisi psikologis, kualitas hubungan sosial, hingga faktor lingkungan. Data tersebut sangat penting untuk dijadikan tolok ukur sekaligus bahan evaluasi dalam melihat sejauh mana efektivitas program rehabilitasi yang dijalankan. 

“Dengan instrumen WHO QoL ini, kita bisa mengetahui kondisi awal warga binaan secara menyeluruh. Nantinya, setelah program berjalan, akan dilakukan pengukuran kembali sehingga terlihat perubahan signifikan yang dialami oleh para peserta,” jelasnya. 

Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan pencegahan adiksi. Materi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada warga binaan mengenai bahaya dan risiko kekambuhan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, serta zat adiktif (napza). Tidak hanya menjelaskan dampak medis dan psikososial, penyuluhan juga membekali peserta dengan strategi praktis untuk menghindari adiksi setelah bebas dan kembali ke masyarakat. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang. Tim konselor dari BNNK Batang turut hadir dan mendampingi secara langsung jalannya pengisian indeks maupun penyuluhan. 

"Sinergi antarlembaga ini menjadi wujud nyata kerja sama dalam menciptakan pola rehabilitasi yang komprehensif, berkelanjutan, serta lebih menyentuh kebutuhan riil warga binaan,"tuturnya. 

Menurutnya, warga binaan terlihat antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Mereka diajak untuk terbuka menyampaikan persepsi diri terkait kualitas hidupnya, sekaligus berdialog dengan konselor mengenai pengalaman, tantangan, dan harapan setelah mengikuti program rehabilitasi. Kegiatan ini berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. 

Lebih lanjut, kata Kalapas Ika, penguatan rehabilitasi bukan sekadar upaya mengurangi angka residivisme, tetapi juga memastikan kualitas hidup warga binaan meningkat secara holistik. Melalui pendekatan yang terukur dan edukatif, diharapkan mereka mampu menjadi pribadi yang lebih sehat, produktif, serta siap kembali menjalani kehidupan bermasyarakat dengan penuh tanggung jawab. 

“Rehabilitasi tidak berhenti pada aspek medis semata, tetapi juga menyentuh aspek mental, sosial, dan lingkungan. Kami ingin warga binaan benar-benar siap untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik,” pungkasnya. 

(Tim Liputan Kominfo/Dian)