Details Foto


BPS Gencarkan Pembinaan Statistik Sektoral Terpadu Lewat Inovasi "Bistik Kaldu"

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-09-01 ]

BPS Kota Pekalongan Gencarkan Pembinaan Statistik Sektoral Terpadu Lewat Inovasi "Bistik Kaldu"

Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan terus memperkuat peranannya sebagai pembina data dengan meluncurkan inovasi pembinaan statistik sektoral terpadu bertajuk Bistik Kaldu (Pembinaan Statistik Sektoral Terpadu). Inovasi ini menjadi upaya strategis dalam mendorong kualitas data sektoral yang dihasilkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, menjelaskan bahwa, pertemuan kali ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan statistik sektoral yang sudah memasuki milestone jangka menengah. Melalui program tersebut, BPS melakukan pembinaan sekaligus evaluasi terhadap 13 OPD produsen data di lingkup Pemkot Pekalongan.

“Data sektoral yang dihasilkan OPD sangat penting untuk pelaksanaan perencanaan maupun evaluasi pembangunan daerah. Oleh karena itu, produsen data tersebut harus terus dibina agar kualitas datanya semakin meningkat. Harapan kami, melalui pembinaan ini, BPS bisa terus berkolaborasi dengan wali data, sehingga OPD-OPD mampu menghasilkan data yang lebih akurat, valid, dan berdaya guna,” terang Hayu usai membuka kegiatan Pembinaan Statistik  Sektoral Terpadu (Bistik Kaldu) di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Rabu (27/8/2025).

Ia menambahkan, kehadiran Bistik Kaldu bukan sekadar program teknis, melainkan wujud nyata kolaborasi BPS dan Pemkot Pekalongan dalam mendorong penguatan sistem statistik nasional di tingkat daerah.

"Tanpa data yang berkualitas, kebijakan pembangunan akan rawan menimbulkan kesalahan arah dan berpotensi mengurangi efektivitas capaian program,"tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan, Arif Karyadi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BPS Kota Pekalongan. Ia menyebut, inovasi Bistik Kaldu menjadi terobosan penting untuk menciptakan data sektoral yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.

“BPS melakukan pembinaan kepada OPD dalam rangka menciptakan data yang berkualitas. Harapan kami, dengan adanya Bistik Kaldu, OPD-OPD dapat menghasilkan data yang akurat dan terpercaya, sehingga dalam menentukan kebijakan pembangunan Kota Pekalongan tidak ada kekeliruan,” ujar Arif.

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa, Dinkominfo sebagai wali data siap bersinergi dengan BPS dalam mendukung program ini. Ia menilai, keberadaan data yang valid akan memperkuat posisi Pemkot Pekalongan dalam mengambil keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).

Lanjutnya, dengan adanya pembinaan berkelanjutan melalui Bistik Kaldu, diharapkan seluruh OPD di Kota Pekalongan semakin menyadari pentingnya kualitas data dalam pembangunan daerah.

"Tidak hanya sebatas angka, data sektoral menjadi dasar pijakan yang mampu memotret kondisi nyata di lapangan, sekaligus menjadi alat ukur keberhasilan program yang dijalankan pemerintah daerah,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)