[ 2025-08-25 ]
Kesembuhan TBC 2024 Capai 95 Persen, Dinkes Dorong Skrining Lansia
Kota Pekalongan - Penanganan Tuberkulosis (TBC) di tahun 2024 menunjukkan hasil positif. Hampir 95 persen pasien berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan. Namun, masih ada sekitar 5 persen pasien yang tidak dapat diselamatkan, sebagian besar berasal dari kelompok lanjut usia (lansia).
“Lansia yang kami temukan dalam kondisi berat umumnya memiliki penyakit penyerta. Situasi ini membuat pengobatan tidak bisa optimal sehingga akhirnya meninggal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui pengelola program TB atau Wakil Supervisor (Wasor) setempat, Indayah Dewi Tunggal belum lama ini.
Untuk mencegah kasus serupa, dijelaskan Dewi pihaknya akan melakukan skrining kembali melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar lansia bisa terdeteksi. Khususnya pada pasien Diabetes Melitus, semua yang mengidap kencing manis akan dilakukan skrining TBC, agar tidak ada lagi kasus meninggal karena TBC.
Ia mengungkapkan bahwa tingkat kesembuhan di tahun merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat khususnya penderita TBC memiliki kesadaran tinggi untuk menjalankan pengobatan, meskipun pengobatan TBC memerlukan waktu yang tidak singkat. Pengobatan TBC paling cepat dilakukan selama 6 bulan, namun jika paling lama sampai 9 bulan hingga 1 tahun tergantung tingkat keparahannya.
Lebih lanjut, ia menambahkan obat yang disediakan pemerintah umumnya diberikan selama 6 bulan. Namun, bila kondisi pasien belum membaik, akan kami dirujuk ke dokter spesialis paru dan akan diberi tambahan pengobatan sekitar 3 bulan.
Dewi menyebutkan tahun 2024 tercatat sekitar 1.200 kasus TBC. Dengan angka kesembuhan yang mencapai 95 persen serta upaya deteksi dini pada kelompok rentan, diharapkan penanganan TBC di tahun 2025 dapat semakin optimal dan menekan angka kematian.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)