[ 2025-08-25 ]
Malam Apresiasi dan Dakwah Ustadz Maulana Tutup Fesyar Syafa'at 2025
Kota Pekalongan – Gelaran akbar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Tahun 2025 resmi ditutup dengan malam apresiasi dan Gema Dakwah bersama Ustadz Maulana di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Minggu malam (24/8/2025). Penutupan tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan selama tiga hari penuh yang diselenggarakan atas sinergi antara Bank Indonesia (BI) Tegal, Pemerintah Kota Pekalongan, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pekalongan.
Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah mulai Brebes, Tegal, Pemalang, hingga Batang membuat suasana malam penutupan begitu semarak. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini juga menghadirkan dakwah penuh makna, syiar Islam, sekaligus wadah penguatan ekosistem ekonomi syariah.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, menegaskan bahwa, Fesyar Syafaat merupakan implementasi nyata visi pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Menurutnya, festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah strategis dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, penguatan industri halal, serta pengembangan pariwisata ramah muslim.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selama tiga hari, Syafaat menghadirkan berbagai kompetisi, pameran UMKM, talkshow, hingga kegiatan sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta gerakan wakaf. Transaksi UMKM pun berjalan luar biasa, ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal dan ekonomi syariah,” ujar Bimala.
Sebagai bentuk penghargaan, pihak penyelenggara menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi. Mulai dari lomba dakwah, hadroh antar pesantren, lomba konten ekonomi syariah, modest design competition, halal chef competition, hingga lomba mewarnai untuk tingkat SD. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda agar semakin percaya diri mengekspresikan kreativitas dalam bingkai ekonomi syariah.
Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, memberikan apresiasi tinggi kepada BI Tegal dan seluruh pihak yang telah sukses menghadirkan festival syariah terbesar di Kota Pekalongan tahun ini. Ia menyebut Fesyar Syafaat 2025 sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik yang pernah berlangsung di Kota Batik.
“Festival ini menghadirkan suasana yang luar biasa, bahkan tenda-tenda yang berdiri di lapangan ini mengingatkan seperti suasana di Arafah. Saya berharap semua yang hadir di sini suatu saat bisa menunaikan ibadah haji. Bagi masyarakat, acara ini bukan hanya hiburan semata, melainkan membawa berkah karena setiap yang datang selalu bisa membawa pulang manfaat,” ungkap Wawalkot Balgis.
Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Ustadz Maulana, dai nasional yang dikenal dengan sapaan khasnya “Jamaah oh Jamaah”. Kehadirannya di malam puncak memberikan siraman rohani, mengajak masyarakat semakin mencintai dakwah Islam, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual yang sejalan dengan misi ekonomi syariah.
Festival yang berlangsung sejak Jumat (22/8) ini sebelumnya telah menghadirkan berbagai agenda unggulan. Mulai dari business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan syariah, pameran UMKM dan perbankan, lomba-lomba bertema syariah, hingga talkshow interaktif mengenai literasi keuangan syariah dan peluang industri halal.
Menutup rangkaian acara, Wawalkot Balgis menyampaikan optimismenya bahwa Fesyar Syafaat 2025 tidak hanya memberi dampak positif bagi Pekalongan, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di wilayah Jawa Tengah secara lebih luas.
“Mari kita jadikan semangat Fesyar Syafaat ini sebagai langkah nyata untuk bersama-sama memajukan ekonomi syariah. InsyaAllah, penguatan ekosistem halal dan ekonomi kreatif ini akan berkontribusi besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)