Details Foto


QRIS Jelajah Budaya Indonesia, BI Tegal Gandeng Generasi Muda Dorong Digitalisasi Pembayaran dan Promosi Wisata

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-08-24 ]

QRIS Jelajah Budaya Indonesia, BI Tegal Gandeng Generasi Muda Dorong Digitalisasi Pembayaran dan Promosi Wisata

Kota Pekalongan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal kembali menghadirkan inovasi dalam menggaungkan digitalisasi sistem pembayaran melalui penyelenggaraan QRIS Jelajah Budaya Indonesia, yang berlangsung di Kota Pekalongan pada 23–24 Agustus 2025. Acara yang mengusung tagline “Jelajah Budaya Indonesia, Makin Praktis Pakai QRIS” ini dibuka secara resmi oleh Kepala KPw BI Tegal, Bimala, didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, serta Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, H.M. Andy Arslan Djunaid, di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Sabtu (23/8/2025).

Bimala menegaskan bahwa, QRIS Jelajah Budaya Indonesia merupakan salah satu program kampanye unggulan tahunan Bank Indonesia yang dirancang untuk memperluas digitalisasi sistem pembayaran secara menyeluruh dan inklusif. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam mempercepat transformasi digital di sektor keuangan dan ekonomi daerah.

“QRIS Jelajah Budaya Indonesia tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kreatif bagi generasi muda untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi dan kesadaran terkait sistem pembayaran digital. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan promosi pariwisata lokal,” ungkap Bimala.

Kegiatan ini diikuti oleh 15 kelompok peserta, meski pada hari pelaksanaan tercatat 13 kelompok yang hadir dan siap berkompetisi dalam penyelesaian berbagai misi yang telah disiapkan. Peserta yang mayoritas berasal dari kalangan generasi Z tidak hanya diajak untuk mengampanyekan penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital, tetapi juga ditantang untuk mengeksplorasi serta mempublikasikan kekayaan budaya dan wisata di Kota Pekalongan.

Rangkaian aktivitas meliputi permainan tradisional seperti dolanan gasing, praktik membatik, serta kunjungan ke sejumlah destinasi wisata dan kuliner legendaris, di antaranya Pabrik Limun Oriental, Soto Tauto Masduki, hingga Batik Ridaka.

"Melalui dokumentasi dan publikasi kreatif yang mereka hasilkan, para peserta diharapkan mampu memperkenalkan potensi Kota Pekalongan ke khalayak lebih luas, baik nasional maupun internasional,"terangnya.

Adapun tujuan utama dari penyelenggaraan QRIS Jelajah Budaya Indonesia ini antara lain Penguatan Ekosistem Sistem Pembayaran yang aman, mudah, dan efisien melalui penggunaan QRIS; Meningkatkan Sinergi Kebijakan Pembayaran Digital antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat; dan Mendorong Literasi dan Diseminasi Kebijakan Digitalisasi Sistem Pembayaran dengan pendekatan inovatif dan partisipatif.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Pekalongan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran QRIS Jelajah Budaya Indonesia dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) tidak hanya memberikan dampak positif bagi literasi digital, tetapi juga bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Pekalongan menyambut baik kegiatan ini. Dengan adanya 13 tim generasi Z yang mengeksplorasi budaya dan pariwisata lokal, informasi positif tentang Kota Pekalongan bisa dipublikasikan lebih luas. Selain itu, event ini juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk berkembang, sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sabaryo.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat digelar secara rutin setiap tahun. Menurutnya, sinergi antara digitalisasi sistem pembayaran dengan promosi budaya dan wisata akan semakin memperkuat branding Kota Pekalongan sebagai kota kreatif, religius, dan ramah wisatawan.

"Selain kompetisi kreatif, event ini turut memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih praktis, aman, dan modern. Kehadiran QRIS diyakini akan semakin memperluas pasar UMKM, sekaligus memudahkan wisatawan dalam bertransaksi tanpa perlu membawa uang tunai,"bebernya.

Dalam sambutannya, Ketua MES Kota Pekalongan, H.M. Andy Arslan Junaid, juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia keuangan, budaya, dan ekonomi syariah.

"QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mendorong inklusi keuangan syariah yang selaras dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)