[ 2025-08-21 ]
Batik Pekalongan Bersinar di Pameran Dekranasda Jateng, Inggit Dorong UMKM Naik Kelas
Kota Semarang – Batik khas Pekalongan menjadi sorotan dalam Pameran Produk Kerajinan dan UMKM se-Jawa Tengah yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, 20–22 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan tampil menonjol dengan menghadirkan beragam produk unggulan UMKM lokal, terutama batik yang menjadi identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah. Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, hadir langsung mendampingi para pelaku UMKM dan menjadi narasumber dalam talkshow “Ngudar Asa” yang membahas strategi pengembangan pengrajin di Jawa Tengah.
Dalam sesi tersebut, Inggit menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi UMKM, mulai dari pelatihan desain, peningkatan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran digital. Ia juga mendorong agar pelaku UMKM di Pekalongan tidak hanya mempertahankan warisan batik, tetapi juga berinovasi agar produk mereka relevan dengan tren pasar global.
“Batik Pekalongan bukan hanya soal motif, tapi juga soal nilai, kreativitas, dan daya saing. Kita harus berani berinovasi, baik dari sisi desain maupun kemasan, agar batik bisa masuk ke pasar anak muda dan internasional,” ujar Inggit.
Ia juga menyampaikan bahwa Dekranasda Kota Pekalongan aktif melakukan pembinaan kepada UMKM pemula melalui program mentoring dan kolaborasi antar pelaku usaha. Menurutnya, sinergi antara UMKM yang sudah mapan dan yang baru merintis sangat penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Kami dorong agar UMKM yang sudah naik kelas bisa menjadi mentor bagi yang baru mulai. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal membangun komunitas pengrajin yang saling menguatkan,” tambahnya.
Dekranasda Kota Pekalongan juga aktif mengikuti berbagai pameran dan studi banding, baik di dalam maupun luar daerah, untuk memperluas jejaring dan membuka peluang pasar baru. Inggit menyebutkan bahwa partisipasi dalam Pameran Dekranasda Jateng kali ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan batik Pekalongan ke audiens yang lebih luas.
“Pameran ini bukan hanya ajang promosi, tapi juga ruang belajar dan bertukar inspirasi. Kami ingin menunjukkan bahwa batik Pekalongan punya potensi besar untuk menjadi produk unggulan nasional dan ekspor,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan pentingnya sinergi antara Dekranasda, pemerintah, dan mitra strategis seperti Bank Indonesia dan Kadin dalam mendukung UMKM. Ia menekankan bahwa pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh, dari produksi hingga pemasaran.
Pameran Dekranasda se-Jateng ini menampilkan berbagai produk dari 35 kabupaten/kota, mulai dari busana, kuliner, aksesoris, hingga kerajinan tangan. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah dan memperluas jangkauan produk lokal ke pasar nasional dan internasional.
(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)