Details Foto


Bebas Kumuh dan Nyaman, Warga Kampung Bugisan Diminta Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Produktif

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-08-20 ]

Bebas Kumuh dan Nyaman, Warga Kampung Bugisan Diminta Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Produktif 

Kota Pekalongan - Kampung Bugisan kini memasuki tahap baru dalam pembangunan kawasan perkotaan. Setelah berhasil keluar dari kondisi kumuh melalui penataan berbasis konsolidasi tanah, Pemerintah Kota Pekalongan mendorong akses Reforma Agraria sebagai tindak lanjut agar kampung ini tetap tertata sekaligus mampu memanfaatkan lahan kosong secara lebih produktif.

Pada kegiatan sosialisaisi akses reforma agraria sekaligus penyerahan bibit tanaman, Selasa (19/8/2025) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pekalongan, Andrianto mengatakan bahwa Kampung Bugisan dahulu merupakan salah satu kawasan dengan kondisi permukiman yang kumuh. Namun, berkat konsolidasi tanah, kawasan tersebut kini jauh lebih rapi, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

“Awalnya Bugisan ini sangat kumuh. Setelah melalui konsolidasi tanah, sekarang sudah tertata. Tantangan kita adalah bagaimana menjaga agar kampung ini tidak kembali kumuh,” katanya.

Meski penataan telah berjalan baik, masih ada beberapa bidang tanah yang belum termanfaatkan karena dialokasikan sebagai ruang terbuka. Jika dibiarkan, area tersebut dikhawatirkan menjadi semak belukar yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan.

Melalui program reforma agraria, ia mengungkapkan lahan kosong itu diarahkan untuk kegiatan yang lebih produktif, seperti penghijauan dan pertanian perkotaan. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pemanfaatan lahan juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Reforma agraria pada dasarnya bertujuan untuk kemakmuran masyarakat melalui pendayagunaan tanah. Tanah yang tersisa harus bisa dimanfaatkan secara efektif agar memberi manfaat langsung bagi warga,” tandanya.

Dijelakan Andrianto antusiasme masyarakat sangat terlihat, bahkan saat sosialisasi berlangsung di tengah hujan, warga tetap hadir untuk mengikuti pertemuan. Hal ini menjadi bukti kuat adanya dukungan dari warga terhadap keberlanjutan program.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihaknya juga menggandeng TP PKK untuk memperkuat peran masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam menjaga lingkungan. Peran aktif ibu-ibu dianggap penting dalam mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi lahan yang bermanfaat bagi keluarga.

“Ibu-ibu biasanya yang paling peduli terhadap lingkungan. Karena itu, kami berharap TP PKK dapat memotivasi agar lahan kosong dapat diolah sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga,” tukasnya.

Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan TP PKK, Kampung Bugisan diharapkan tidak hanya bebas dari kesan kumuh, tetapi juga menjadi kawasan produktif yang mendukung peningkatan ekonomi warga. Keberhasilan ini sekaligus diharapkan menjadi contoh penataan permukiman perkotaan berbasis reforma agraria di tingkat nasional.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)