Details Foto


13 Titik Peringatan Detik-Detik Proklamasi, Warga Antusias Hentikan Aktivitas

Responsive image


Silakan login terlebih dahulu untuk mendownload dokumentasi kegiatan ini.

[ 2025-08-18 ]

13 Titik Peringatan Detik-Detik Proklamasi, Warga Antusias Hentikan Aktivitas

Kota Pekalongan – Suasana khidmat bercampur antusiasme masyarakat mewarnai peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Kota Pekalongan. Selama sirene tanda penghormatan berkumandang, aktivitas lalu lintas berhenti sejenak di sejumlah ruas jalan.

Kepala Subbagian Pembinaan Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan Kota, Iptu Sumiyanto menjelaskan bahwa terdapat 13 titik pemberhentian pengguna jalan yang telah disiapkan. Lokasi tersebut di antaranya Post Exit Setono, Polsek Pekalongan Timur, Grogolan, Jalan Kartini, Ponolawen, monumen (THR),  hingga kawasan Pusri dan lainnya.

“Peringatan tahun ini berlangsung meriah. Ada beberapa titik pemberhentian pengguna jalan dengan bunyi sirene yang dipusatkan di 13 lokasi. Antusias sekali masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan, terutama saat detik-detik proklamasi,” katanya saat ditemui di traffic light Ponolawen, Minggu (17/8/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum sakral ini diharapkan mampu memperkuat rasa cinta tanah air masyarakat Kota Pekalongan.

“Harapannya, jiwa patriotisme bisa ditanamkan kepada masyarakat, karena tanggal ini merupakan tanggal sakral bagi bangsa Indonesia,” sambungnya.

Salah satu lokasi yang ramai dipadati warga adalah perempatan Ponolawen. Warga RT 06/RW 01 Kelurahan Podosugih berkumpul bersama untuk mengikuti peringatan dengan khidmat. Ketua RT 06/RW 01, Wili, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda di lingkungannya.

“Warga kami mengikuti detik-detik proklamasi di perempatan Ponolawen. Harapannya, hal ini bisa menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak dan para pemuda, sehingga mereka tumbuh dengan semangat nasionalisme,” katanya.

Peringatan detik-detik proklamasi di jalan raya ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga momentum mempererat persatuan masyarakat. Dengan berhentinya aktivitas sejenak, Kota Pekalongan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih terus hidup di tengah warganya.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)