[ 2025-08-18 ]
Dinkes Ajak Warga Giatkan PSN dan Jaga Kebersihan
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya peningkatan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan, hingga akhir Juni 2025, jumlah kasus mencapai 117, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya 75 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui Epidemiolog setempat, Opick Taufik saat ditemui pada kegiatan Speling di Kelurahan Bandengan, Kamis (14/8/2025) menyebutkan pada tahun 2024, total kasus DBD tercatat 127 dengan satu kasus kematian. Sementara itu, pada tahun 2025, hingga Juli, terdapat tambahan 13 kasus, sehingga total menjadi 130 kasus. Selain itu, laporan kasus dengue non-DBD dari rumah sakit dan puskesmas mencapai lebih dari 400 kasus.
Menurutnya, lonjakan kasus dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Hujan dan panas yang silih berganti memicu terbentuknya banyak genangan air, termasuk di lokasi-lokasi yang sering luput dari perhatian masyarakat. “Genangan air tidak hanya di kebun atau halaman rumah, tetapi juga di tempat-tempat yang jarang terlihat. Peningkatan kasus ini tidak hanya terjadi di Kota Pekalongan, melainkan juga di berbagai daerah lain,” jelasnya.
Ia menyoroti bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih belum optimal. Banyak warga lebih mengandalkan fogging, padahal metode ini memiliki prosedur dan aturan tersendiri. “Fogging tidak bisa dilakukan sembarangan. Tahun ini, kami telah melaksanakan fogging sebanyak 95 kali, pada wilayah dengan kasus berdekatan kita lakukan bersamaan. Biasanya satu kali fogging mencakup 3–4 RT,” terangnya.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, termasuk dengan mengonsumsi vitamin jika diperlukan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sebab kebersihan rumah tidak akan berarti jika lingkungan sekitar masih dipenuhi genangan air atau tumpukan sampah. “Harapannya kepada masyarakat, jaga kebersihan lingkungan. Yang terpenting kita ikhtiar, upaya dulu, semangat, sama rutin dan serempak, kerja sama koordinasi secara maksimal,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)