[ 2025-08-13 ]
Penyuluhan Kesehatan di Lapas, Warga Binaan Dapat Edukasi Dampak NAPZA dan Bahaya Merokok
Kota Pekalongan – Sebagai bagian dari upaya pembinaan dan rehabilitasi, Lapas Kelas IIA Pekalongan menggelar penyuluhan kesehatan dengan mengusung tema “Dampak Penyalahgunaan NAPZA dan Bahaya Merokok” di Aula Ki Hajar Dewantara Lapas setempat, Selasa (12/8/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan warga binaan, yang sebagian besar merupakan narapidana kasus narkotika, dengan tujuan memberikan wawasan dan motivasi untuk menjauhi perilaku berisiko khususnya dalam penyalahgunaan NAPZA dan merokok.
Penyuluhan ini menghadirkan narasumber Mukhlisin, S.Kep., Ners., perawat dari Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan.
Dalam pemaparannya, Mukhlisin menjelaskan secara rinci mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya), mulai dari kerusakan organ tubuh, gangguan kesehatan mental, hingga dampak sosial yang dapat menghancurkan masa depan. Ia juga menyoroti bahaya rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif, yang dapat memicu penyakit mematikan seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.
“Kecanduan bukan hanya masalah fisik, tapi juga psikologis. Banyak orang sulit berhenti karena sudah menjadi kebiasaan dan ketergantungan. Namun, perubahan selalu mungkin dimulai, bahkan dari langkah kecil,” ungkap Mukhlisin dalam sesi penyuluhan.
Menurutnya, selain pemberian materi, pihak Lapas bersama tenaga kesehatan puskesmas juga melakukan skrining kesehatan bagi peserta. Menariknya, dari hasil pemantauan, tercatat dua orang warga binaan telah berhasil berhenti merokok.
"Capaian ini kami apresiasi, karena menjadi bukti bahwa motivasi dan pendampingan dapat membawa perubahan positif,"tuturnya.
Kalapas Kelas IIA Pekalongan, Ika Prihadi Nusantara menyampaikan bahwa, penyuluhan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan rehabilitasi pemasyarakatan.
"Kami berkomitmen tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membina dan memulihkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Edukasi kesehatan seperti ini menjadi langkah penting agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran akan gaya hidup sehat,” ujar Kalapas Ika.
Ia berharap, melalui penyuluhan ini warga binaan dapat memahami risiko besar dari bahaya narkoba dan rokok, serta termotivasi untuk menghindarinya. Bagi mereka yang masih merokok, diharapkan dapat mulai mengurangi konsumsi secara bertahap, hingga akhirnya berhenti total. Sementara bagi yang telah lepas dari kebiasaan tersebut, diharapkan bisa menjadi contoh dan motivator bagi teman-teman lainnya di dalam lapas.
"Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan, kami optimistis bahwa, pembinaan ini tidak hanya akan berdampak pada kesehatan warga binaan selama masa hukuman, tetapi juga menjadi bekal positif saat mereka kembali ke lingkungan masyarakat kelak,"tukasnya. (Tim Liputan Kominfo/Dian)